Akibat Tenaga Medis RSU Raha Mogok, Nyawa Bayi tak Tertolong

PUBLIKSATU, MUNA - Pelayanan pada Rumah Sakit Umum (RSU) Raha kembali dikeluhkan. Pasalnya, sejak Jumat (14/12) tenaga medis pada RS itu melakukan aksi mogok yang dikarenakan insentif mereka selama satu tahun belum dibayarkan. Buntutnya, pasien dikorbankan.
Seperti halnya, pasien atas nama Darmawati, asal Pure, Kecamatan Wakorumba Selatan (Wakorsel) yang harus kehilangan bayi pertamanya akibat tidak mendapatkan tindakan medis. Darmawati masuk RS pagi hari sekira pukul 07.00 Wita untuk melahirkan.
Awalnya, pagi itu dokter kandungan hendak melakukan operasi caesar. Namun, batal karena tenaga medis lagi mogok. Darmawati terus menjerit kesakitan. Pukul 12.00 Wita, pihak keluarga disarankan untuk merujuk ke Kendari. Pihak keluarga pun melakukan pengurusan administrasi. Tetapi saat itu, Darmawati terus menjerit kesakitan hingga kepala jabang bayi sudah keluar.
Pukul 15.00 Wita ada bidan yang datang untuk melakukan operasi. Naas, bayi sudah meninggal. Operasi pun batal. Darmawati melahirkan bayinya yang sudah tidak bernyawa lagi dengan cara normal.
Abdul Salam Hidayat, adik Darmawati merasa keberatan dengan pelayanan pada RSU Raha. Katanya, akibat tidak ditangani, nyawa kakaknya hampir melayang. "Kami sangat keberatan, apalagi kemenakan saya sudah meninggal akibat tidak ditangani," katanya.
Seharusnya, pihak RS kalau mau merujuk kakaknya di Kendari sejak pagi hari. Tapi faktanya, pihak RS nanti saat kakaknya menjerit kesakitan di siang hari baru menyarankan untuk dirujuk. "Kami sangat sesalkan ini dan pihak RS harus bertanggungjawab," pintanya.
Kini kakaknya tengah menjalani perawatan di RS. Sementara bayinya yang meninggal akan dimakamkan. Hingga berita ini diterbitkan belum ada komentar dari pihak manajemen RS. (cr1)