Berita Terkini
Busel

Lomba Cipta Menu B2SA, PKK Kecamatan Sampolawa Juara Satu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 15 Desember 2018 14:56 WIB · 4 menit baca
Lomba Cipta Menu B2SA, PKK Kecamatan Sampolawa Juara Satu
TP PKK Kecamatan Sampolawa sebagai juara satu lomba cipta menu B2SA

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Ketahanan Pangan Bekerja sama dengan tim penggerak PKK Busel menggelar lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA), berbasis pangan lokal tingkat Busel di aula Lamaindo, Jumat (14/12). Dalam lomba ini, tim penggerak PKK Kecamatan Sampolawa dinibatkan sebagai juara satu.

Ketua panitia, Ariyanti Said mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memilih dan menciptakan menu yang beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).

Lanjut dia, kegiatan ini juga untuk memasyarakatkan dan membiasakan keluarga mengkonsumsi aneka makanan yang memenuhi unsur B2SA, untuk kebutuhan sehari-hari dengan memanfaatkan resep menu makanan khas daerah. "Sasaran lomba ini untuk anggota tim penggerak PKK kecamatan dan organisasi wanita se-Busel. Peserta lomba adalah tim penggerak PKK se Busel," katanya

Kadis Ketahanan Pangan Busel, Syarifudin Balumbi mengatakan, kegiatan ini mendorong PKK sebagai organisasi perempuan untuk memilih dan menciptakan menu dalam kehidupan sehari-hari dengan berbasis pangan lokal yang ada di Busel. "Jadi yang juara akan dibawa pada lomba tingkat provinsi mewakili Busel," ujarnya.

Ketua TP PKK Busel, Hj Wa Ode Ruhania Arusani diwakili Waket TP PKK, Heldawati Siambo menjelaskan, pangan adalah suatu kebutuhan dasar bagi manusia yang harus dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan ketersediaan pangan yang cukup, belum tentu dapat menjamin terhindarnya penduduk dari masalah pangan dan gizi.

Dikatakan, pemanfaatan umbi-umbian yang masih rendah khususnya sebagai sumber pangan karbohidrat non beras, dipicu oleh persepsi yang berlaku umum di masyarakat, yang menganggap bahwa pangan lokal sebagai pangan interior. Padahal sebenarnya energi yang dihasilkan oleh kelompok pangan umbi-umbian tersebut setara dengan energi yang dihasilkan nasi.

"Sebagai perbandingan, kalori 100 gram nasi setara dengan 100 gram singkong atau 50 gram bihun atau 50 gram jagung atau 200 gram kentang atau 50 gram sagu dan atau 50 gram ubi," jelas istri Sekab Busel, La Siambo ini.

Memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat Busel, ditempuh dengan pemanfaatan sumber pangan lokal yang beranekaragam serta tidak mengandalkan satu jenis bahan pangan pokok beras saja. Upaya perbaikan pola konsumsi rumah tangga dengan peningkatan kualitas konsumsi/asupan pangan yang sesuai dengan norma gizi dan kesehatan. Pada akhirnya akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, konsumsi pangan dan gizi seimbang serta beraneka ragam menjadi syarat bagi perkembangan organ fisik manusia sejak dalam kandungan. Yang selanjutnya berpengaruh terhadap perkembangan intelegensia akan menjadi tulang punggung bagi tumbuh kembang suatu bangsa dalam pembangunan ekonomi, sosial dan politik.

Karena itu kata dia, tujuan dari lomba pangan ini adalah menggali potensi pangan sumber karbonhidrat non beras yang berasal dari seluruh Busel. Mengembangkan kreatifitas ide-ide baruyang original dari resep menu sehari-hari dengan harapan esuai dengan selera masyarakat. Memberikan nilai tambah dan pendapatan bagi masyarkat yang melaksanakan usaha pengolahan pangan.

Memasyarakatkan dan mengangkat citra martabat makanan lokal dan pola konsumsi pangan penduduk yang beragam, bergizi berimbang dan aman. "Perlu saya garis bawahi bahwa dalam lomba ini jangan semata-mata karena hadiah maupun pujian. Tapi kami harapkan seluruh peserta agar nanti sepulangnya dari lomba ini akan menindaklanjuti dan menyampaikan kepada masyarakat tentang tujuan pada kegiatan hari ini," harapnya.

Sementara itu, Plt Busel H La Ode Arusani diwakili Asisten I Setkab Busel, Muslimin Taangi berharap, makanan pangan lokal harus dilestarikan hingga ke rumah-rumah. Ia juga berharap PKK melestarikan dan menggali potensi makanan yang berbahan dasar pangan lokal.

Dikatakan, kebijakan pembangunan pangan harus melaksanakan secara progresif, gradual dan berkelanjutan. Secara tegas seluruh pembangunan yang dilaksanakan harus mampu mewujudkan visi pemerintah Busel yaitu terwujudnya Busel sebagai pusat pertumbuhan baru melalui optimalisasi sumber daya lokal menuju masyarakat sejahtra, mandiri dan bermartabat.

Hal ini lanjut dia, dijabarkan dalam berbagai program dan kegiatan seperti peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertaniaan yang diimbangi dengan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan sebagai penopang utama berkelanjutan ketahanan pangan daerah. Ini sudah menjadi komitmen bersama salah satu upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan memperbaiki kualitas konsumsi pangan masyarakat.

"Ini merupakan salah satu wujud komitmen bersama dalam pembangunan ketahanan pangan di daerah Busel sekaligus memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Semoga PKK dan seluruh masyarakt dapat menjadi motivasi untuk lebih giat mengembangkan menu (B2SA) beragam bergizi seimbang dan aman baik di dalam rumah tangga maupun lingkungan sekitarnya," harapnya

Dalam lomba menu berbahan dasar pangan lokal ini perolehan nilai 170 atau juara tiga PKK Kecamatan Lapandewa. Dengan nilai 172 juara dua Kecamatan Kadatua. Dengan nilai 182 juara satu PKK Kecamatan Sampolawa. Juara harapan satu dengan nilai 168 dari PKK Kecamatan Siompu Barat. Harapan dua dengan nilai 164 PKK Kecamatan Batauga. Harapan tiga dengan nilai 148 Kecamatan Siompu. Juara favorit sesuai penilaian tamu undangan diperoleh meja PKK Kecamatan Sampolawa.(aga)