Jurus Tafdil-Johan Makmurkan Rakyat Bombana

PUBLIKSATU, BOMBANA – Bupati Bombana, H Tafdil dan wakilnya, Johan Salim mulai menapaki arah kebijakannya dalam memimpin Kabupaten Bombana lima tahun kedepan. Segudang proyeksi pembangunan digenjot
Bombana bakal jadi satu-satunya daerah di Sultra yang siap mengkikis bilangan kemiskinan hingga melorot ke angka 5 persen. Pertumbuhaan ekonomi akan didongkrak hingga membumbung ke level 8 persen.
Tiga target lainnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) akan melaju 69,59 persen. Target perkembangan budaya lokal dan pelayanan publik bakal dipaksa maksimum.
Pemaparan target itu tersaji dalam blue print Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tafdil-Johan periode 2017-2022.
Guna menapaki target tangga itu, Tafdil-Johan sudah menyiapkan 10 jurus pembangunan yang disebutnya Program Gembira. Sebuah singkatan dari Gerakan Membangun dengan Ridha Allah.
Program tersebut antara lain Gembira Desa atau pengalokasian dana tiap desa dan kelurahan minimal Rp 500 juta. Sementara kecamatan dibandrol Rp 1,5 miliar.
-
Dana stimulus itu akan dikucur setiap tahun, semasa Tafdil-Johan memimpin Kabupaten Bombana 2017-2022. Tercatat Bombana memiliki 22 kecamatan, 122 desa serta 22 kelurahan.
Lalu, Gembira Cerdas atau pemberian beasiswa bagi putra-putri Bombana yang sedang study. Setiap tahunnya mahasiswa akan dihadiai minimal Rp 6 juta. Dengan pembagian, tiap smester dikucur Rp 3 juta. Dana talangan itu akan terus digulirkan selama 4 tahun atau lumrahnya masa study. Target tiap tahun sekitar 500 mahasiswa.
Kemudian, Gembira Taskin atau kiat pengentasan kemiskinan di Bombana. Tafdil-Johan sudah mengemas sembilan program khusus bagi warga miskin Bombana. Antara lain, jaminan hidup warga, bantuan bedah rumah serta pemberian Raskin secara cuma-cuma.
Enam program lainnya yakni bantuan listrik dan air minum, jaminan kesehatan dan pendidikan. Pemberian modal kerja dan ekonomi kreatif, hingga bantuan layanan hukum. Bantuan ganti rugi akibat bencana alam serta santunan kematian.
Selanjutnya, Gembira Kerja. Selain Upaya menciptakan lapangan kerja, program ini akan menyediakan santunan Kecelakan Kerja (KK) bagi warga miskin. Jika meninggal dunia akan diberi sekita Rp 96,6 juta, cacat sekitar Rp 111,4 juta. Ada pula Jaminan Kematian (JK) akan diberi santunan Rp 24 juta plus beasiswa pada anaknya Rp 12 juta.
“Manfaat jaminan kematian ini akan diserahkan kepada ahli waris. Apabila pekerja meninggal dalam keadaan masa aktif kerja. Dana itu terdiri dari dana santunan berkala, biaya pemakaman, hingga beasiswa pendidikan untuk anak,” ujar Tafdil saat menjelaskan program RPJMD lima tahun kedepan.
Ada pula program Gembira Terang. Program ini sambung Tafdil, Pemkab akan menyalurkan bantuan sambungan listrik secara cuma-cuma minimalnya 3000 SR bagi warga miskin. Disusul Gembira Sehat atau pengobatan gratis di Puskesmas atau RSUD Bombana. Warga miskin cukup memperlihatkan kartu khusus yang disebut Jamkesda.
Selain mengelola program-program bagi warga miskin Bombana, Tafdil juga menyiapkan lima program untuk warga petani dan nelayan. Diantaranya, perluasan lapangan pekerjaan, peningkatan kualitas hingga keterampilan tenaga kerja.
Tafdil juga mengumandangkan hadirnya sistem peningkatan produksi di bidang pertanian, peternakan, perikanan serta kelautan. Sistem pengelolaan pascapanen hingga upaya pemasarannya. Selanjutnya sistem penerapan pengembangan ekonomi berbasis kerakyatan.
Dalam pemaparan RPJMD tersebut, Tafdil dengan rinci merincikan sejumlah taksiran anggaran dengan proyeksi pendapatan daerah dari tahun ke tahun selama lima tahun mendatang. ” Misalnya, gembira desa Rp 58, 8 miliar. Kelurahan sekitar Rp 10,5 miliar. Sementara gembira kecamatan sekitar Rp 33 miliar.
Untuk jaminan hidup bagi masyarakat miskin Rp 6,4 miliar. Raskin gratis Rp 2,9 miliar. Jaminan kematian sekitar Rp 1,2 miliar dan sebagainya. “Semua item sudah kami taksir dan Insha Allah dianggarkan setiap tahunnya,” ucapnya.
RPJMD merupakan perwujudan visi-misi dan program kerja Tafdil-Johan Salim selama kampanye. RPJMD menjadi payung atau pedoman untuk arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bombana hingga lima tahun kedepan. (dar)