Berita Terkini
Nasional

Kuari Diuruk, Galian C di Karangpakis Beraktivitas Lagi

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 17 Desember 2018 17:17 WIB · 3 menit baca
Kuari Diuruk, Galian C di Karangpakis Beraktivitas Lagi
Kuari bekas aktivitas galian yang menjadi TKP tewasnya dua anak asal Desa Karangpakis

PUBLIKSATU, Satu minggu usai dua anak warga Dusun Watulurung, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ditemukan meninggal di bekas galian C, kemarin (15/12) lokasi kuari terpantau sudah diuruk. Kuari bekas pertambangan yang ditinggal begitu saja itu diuruk menggunakan tanah.

Pantauan di lokasi, tanah urug yang bentuknya sama sudah menutupi tempat kedua bocah yang ditemukan meninggal. Selain itu, di atasnya nampak terdapat kendi yang disampingnya juga ada potongan sapu lidi serta bunga-bunga setaman.

Pengurukan juga baru saja dilakukan beberapa hari terakhir. Ini setelah melihat ada jejak alat berat yang tak jauh dari lokasi. Selain itu, aktivitas pertambangan yang sebelumnya sempat berhenti terpantau kembali beraktivitas.

Termasuk aktivitas pertambangan yang lokasinya ada sebelah lokasi meninggalnya kedua bocah SMP itu. Ada sedikitnya, tiga alat berat serta beberapa dump truk terpantau menunggu giliran.

Kades Karangpakis, Waridi mengakui kuari bekas galian C yang menewaskan dua warganya sudah diuruk. ’’Memang benar sudah diuruk,’’ katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, kemarin.

Dia tak menampik pengurukan itu juga baru saja dilakukan. Sayangnya, dia tak mengetahui pasti siapa yang melakukan pengurukan di bekas kuari tersebut. ’’Kabarnya tiga hari lalu diuruk, saya sendiri tidak tahu siapa yang nguruk,’’ imbuhnya.

Ia berdalih proses pengurukan tidak disampaikan ke pemerintahan desa. ’’Mungkin ada yang nyuruh nguruk, saya sendiri nggak tahu. Karena di situ kan hanya Jalak (CV Jalak) saja, bisa saja yang nguruk dari sana. Karena sampai sekarang hanya itu yang nambang, kalau lainnya sudah nggak ada,’’ papar dia.

Untuk aktivitas pertambangan kembali, termasuk tambang yang lokasinya tak jauh dari tempat ditemukannya dua bocah tewas itu. ’’Sampingnya itu memang punya Jalak, sampai dengan jalan cor itu juga ikut Jalak,’’ terang Waridi.

Lantas adakah batas titik koordinat masing-masing penambang? Menurutnya tidak ada. ’’Pokoknya sebelah selatan yang diuruk itu ikut Jalak, berapa meter saya kurang tahu,’’ tegas Waridi.

Sayangnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang belum bisa dikonfirmasi hingga petang kemarin (15/12). Amin Kurniawan Kasi Konservasi DLH Jombang dihubungi melalui sambungan selulernya hanya terdengar nada sambung masuk, tapi tidak diangkat. Begitu pula upaya konfirmasi melalui WhatsApp, hingga berita ini ditulis belum ada jawaban.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil cek lapangan DLH Jombang bersama Inspektur Tambang Dinas ESDM Pemprov Jatim Selasa lalu (11/12) menyebut, dari empat pertambangan yang ada di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh hanya satu yang masih beraktivitas.

DLH Kabupaten Jombang belum bisa memastikan lokasi meninggalnya dua anak warga Dusun Watulurung, Desa Karangpakis merupakan titik lokasi pertambangan satu diantara tiga tersebut. Sehingga belum bisa diketahui, patok perbatasan itu masuk wilayah siapa. (*)

(jo/fid/mar/JPR)