Meski Bau, Warga Merasa Aman Jurang Dijadikan TPA

PUBLIKSATU, GIANYAR - Jurang yang curam dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA) di kawasan Blahpane, Sidan, Gianyar. Meski membuat bau tak sedap, salah satu warga setempat yang mengaku bernama Ketut Asta merasa aman semenjak kawasan banjarnya itu dijadikan TPA.
Karena diketahui akan ditata minimalisir terjadinya longsor, dan akan dijadikan taman, hal tersebut terungkap saat Bali Express (Jawa Pos Group) menemuinya Minggu kemarin (16/12).
Dalam kesempatan itu, Asta menjelaskan bahwa jurang yang ada depan warungnya itu dijadikan TPA sejak dua tahun lalu. Bahkan sebelumnya di dekat balai banjar setempat ia juga mengakui bekas TPA dan sekarang dijadikan lapangan. "Kalau bau sih bau, tapi mendingan bau dari pada saya melihat jurang di sini. Karena bagi saya lebih aman jika diurug dan ditata kedepannya," papar dia.
Selain dia sendiri, pengakuannya beberapa warga yang memiliki rumah di atas jurang itu juga merasa terbantu. Pasalnya sebelum diurug dengan sampah, tembok rumah yang ada di sana hanya berjarak sekitar 1 meter saja dari jurang. Setelah diurug, meski setiap hari mencium bau busuk dikatakan tetap mereka merasa aman.
"Tidak semua diurug, karena saluran air tetap diisi, makanya kalau musim penghujan dulu pemilik rumah sangat was-was takut longsor. Bahkan sempat dulu ada kecelakaan nyemplung ke dasar jurang, korbannya dua orang. Meninggal satu dan selamat satu," paparnya.
Lanjut Asta, bahwa beberapa waktu lalu Bupati Gianyar juga sempat meninjau lokasi tersebut. Bahkan sampah yang sudah rata akan diurug dengan tanah kembali dan akan ditata dijadikan taman. Yaitu di selatan lapangan voly banjar setempat. Disinggung terkait bau sebagai dampaknya, Asta mengatakan kalau baunya menuju arah selatan TPA, dikarenakan menyesuaikan dengan arah angin yang datang.
Sedangkan sisa jurangnya, ia mengira akan masih digunakan TPA sepanjang 200 meter. Mengingat jurang yang ada di sana masih sangat curam, dan membahayakan pengendara yang melintas ketika malam hari kalau sampai terjatuh ke sana. "Kemarin, menurut informasi yang saya dapatkan katanya Februari 2019 sampah yang ada itu akan diurug dengan tanah, supaya bisa cepat dibuatkan taman," jelas pria asli Blahpane tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, Wayan Kujus Pawitra menjelaskan TPA tersebut memang akan segera ditata. Dia mengakui langkah itu dilakukan sesuai petunjuk dari Bupati Gianyar sendiri agar secepatnya direvitalisasi. Penataannya juga akan dilakukan keseluruhan TPA.
"Nanti akan direvilatisasi, diurug, lalu akan ditata menjadi taman kota. Ada pula tempat bermain untuk anak-anak. Jadi keseluruhannya akan diurug, segera," tandasnya singkat.
(bx/ade/yes/JPR)