Berita Terkini
Nasional

PDIP Riau Bantah Terlibat Perusakan Atribut Demokrat

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 17 Desember 2018 20:31 WIB · 2 menit baca
PDIP Riau Bantah Terlibat Perusakan Atribut Demokrat
etua DPD PDIP Riau Prof Rokhmin Dahuri (tengah) saat memberikan keterangan pers soal perusakan atribut Demokrat

PUBLIKSATU, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa dituduh sebagai dalang di balik perusakan atribut Partai Demokrat di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau. Sebab sebelumnya, tersangka perusakan berinisial HS mengaku disuruh kader PDIP bernama Budi Tayo.

Nama Budi Tayo mulai mencuat setelah video berdurasi 1,24 menit beredar di media sosial. Video yang direkam anggota Partai Demokrat tersebut berisi tentang penangkapan HS yang diduga telah melakukan perusakan atribut Partai demokrat, Sabtu (15/12) dini hari.

"Saya sudah tanyakan ke seluruh kader. Enggak satupun ada yang kenal dengan Budi Utoyo. Termasuk dengan pelaku yang tertangkap bernama Harris. Bahkan saya juga cek arsip keanggotaan. Enggak ada yang namanya seperti itu," kata Ketua DPD PDIP Riau Prof Rokhmin Dahuri, Senin (17/12).

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dianggap merugikan PDIP. Terkait hal ini, PDIP sudah mengambil langkah untuk meluruskan masalah. Yakni dengan mengumpulkan seluruh petinggi PDIP di Riau.

"Saya pastikan PDIP tidak terlibat. Pelaku perusakan atribut Demokrat bukan simpatisan maupun kader PDIP. Fatsun partai kami dan arahan ketum kami, Ibu Hj Megawati, selalu mengatakan tidak boleh berpolitik menggunakan kekerasan, kecurangan dan hal-hal yang sifatnya brutal," tegas Rokhmin.

Rokhmin sangat menyayangkan sikap SBY yang telah melemparkan tuduhan terhadap PDIP. Maka dari itu, PDIP meminta agar kasus tersebut dapat diungkap secepatnya oleh kepolisian.

Mantan menteri era Presiden RO ke-5 Megawati Soekarnoputri itu juga menyatakan siap untuk membuktikan bahwa terduga pelaku yang telah ditangkap tidak ada hubungan sama sekali dengan PDIP. "Harusnya dalam situasi pesta demokrasi, kami ingin mendapatkan kegembiraan politik. Setiap tokoh bangsa harusnya berlomba-lomba menyejukan suasana. Bukan malah memperpanas," tukasnya.

Terakhir, Rokhmin menyebut tidak ada untungnya bagi PDIP untuk merusak atribut Partai Demokrat. Karena sekalipun elektabilitas Demokrat berkurang, maka yang diuntungkan adalah Partai Gerindra dan bukan PDIP.

(ica/JPC)