Berita Terkini
Busel

Plt Bupati Busel Minta Kades Data Warga Kurang Mampu

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 17 Desember 2018 16:02 WIB · 2 menit baca
Plt Bupati Busel Minta Kades Data Warga Kurang Mampu
Plt Bupati Buton Selatan, H La Ode Arusani

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Plt Bupati Busel, H La Ode Arusani menginstruksikan kepada seluruh Kades/Lurah di Busel untuk melakukan pendataan terhadap warganya yang kurang mampu sehingga dapat diusulkan mendapatkan bantuan.

Dikatakan, tahun ini Busel keciprat bantuan sebanyak 491 unit rumah, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan terlah direalisasikan. Dari jumlah itu, sebagian untuk peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR).

Ia berharap, dengan bantuan bedah rumah itu dapat mengurangi rumah tidak layak huni di Busel. Arusani juga meminta para Kades/lurah untuk melakukan pendataan secara akurat, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan mendapat bantuan, secepatnya diserahkan ke Pemkab Busel.

Ini merupakan program pemerintah pusat kerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga harus didukung dan disukseskan.

"Kita harus bersyukur dan mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas rumah yang semula kurang layak huni menjadi rumah yang layak huni," ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Busel itu, program ini akan terberlanjut hingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Busel, Dr Sunaryo Mulyo menyebutkan, untuk Busel, kegiatan BSPS ini mencakup 491 unit rumah. Dengan rincian, untuk program Satker Strategis menangani 358 unit rumah dengan 303 peningkatan kualitas rumah dan 55 unit berupa pembangunan baru.

Sementara Satker NSVT rumah swadaya atau reguler 108 rumah, keseluruhan merupakan peningkatan kualitas, dan sisanya dari dana APBD Busel 25 unit rumah.

Cakupan wilayah kegiatan ini meliputi Kecamatan Sampolawa, Batuatas, Batauga, Siompu, dan Kadatua. Untuk besaran stimulan BSPS ini adalah Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas perunit dan Rp 30 juta untuk kegiatan pembangunan baru perunit.

Arusani menegaskan, seluruh kegiatan ini harus selesai pada tahun ini juga, sehingga berharap masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu ini sebaik-baiknya. Artinya, setelah masyarakat menerima droping bahan bangunan harus segera dipasang untuk rehabilitasi rumahnya sesuai dengan petunjuk fasilitator desa yang ditunjuk oleh dinas. "Dengan program BSPS ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buton Selatan," pungkasnya.

Terbangunnya rumah yang layak huni diperuntukan kepada warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Bentuk program ini, meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. (aga)