Sambut Kajati Sultra, La Bakry Cerita Sejarah Kabupaten Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Mudim Aristo, SH, MH menggelar tatap muka bersama Pemerintah Kabupaten Buton di aula, Kantor Bupati Buton, Lantai II, Kompleks Perkantoran Takawa, Senin (17/12/18) sekira pukul 12.00 Wita. Mudim Aristo berkunjung di Buton setelah dilantik 16 Oktober lalu, tepatnya dua bulan lalu.
Kedatangan orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Sultra ini disambut hangat Bupati Buton, La Bakry.
Dihadapan, Kajati Sultra, La Bakry menceritakan sejarah Kabupaten Buton. Kata dia, dahulu wilayah kabupaten yang dipimpinnya mencakup wilayah eks kerajaan dan kesultanan Buton.
Namun, kata dia setelah terbentuk Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui beberapa pertimbangan ibukota Sultra dipindahkan dari Kota Baubau ke Kota Kendari. Selain ibukota, sejumlah aset termasuk perguruan tinggi juga dipindah.
Singkatnya, La Bakry menjelaskan pasca orde baru masuk reformasi, Buton yang tadinya meliputi Wakatobi hingga Bombana menyempit menjadi tujuh kecamatan dan melahirkan sejumlah daerah otonomi baru.
"Tadinya satu Kabupaten meliputi seluruh wilayah dari Wakatobi sampai Bombana," ujarnya
Dari itu, La Bakry mengharapkan Buton yang tersisa tujuh kecamatan dengan posisi strategisnya bisa berbenah, membangun dirinya untuk peningkatan kesejahteraan melalui tata kelola pemerintahan.
Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Mudim Aristo mengucap terimakasih.
"Ucapan terimakasih kepada Pak Bupati dan seluruh masyarakat. Para hadirin yang telah menyambut kedatangan kami," ujarnya.
Sekedar diketahui, Kajati sengaja berkunjung di Buton untuk mengetahui kondisi wilayah kerja yang dipimpinnya sejak dilantik 16 Oktober lalu.
"Ini kunjungan saya (yang) pertama waktu diangkat sebagai Kajati. Tentu saya berkewajiban untuk mengunjungi daerah. Melihat situasi kantor kantoran yang ada. Tentu juga wilayah khususnya di Kabupaten Buton," katanya kepada wartawan usai tatap muka. (Mo1)