Animo Warga Bikin E-KTP Tinggi, Blanko Malah Kosong

PUBLIKSATU, Blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar saat ini masih kosong. Bahkan beberapa warga yang tengah mencari E-KTP harus menunggu hingga awal tahun 2019.
Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Gianyar, Ni Ketut Wirati saat diwawancara Bali Express Senin (17/12) kemarin.
Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan, pihaknya saat ini baru mendapat distribusi blanko dari Dinas Dukcapil Provinsi Bali 500 keping. Namun dengan jumlah ratusan dikatakan dalam hitungan dua hari saja sudah habis. Sehingga ia mengarahkan masyarakat yang telah melakukan perekaman untuk sabar menunggu.
"Kalau mereka sudah melakukan perekaman tetapi belum dapat E-KTP tidak akan masalah. Yang terpenting datanya sudah ada, nanti Januari 2019 baru kemungkinan blanko akan dikirim dari pusat. Karena saat ini kami minta ke provinsi hanya dikasi 500 keping," jelasnya.
Sampai saat ini, menurut Wirati, masyarakat Gianyar yang belum melakukan perekaman 12.000-an orang. Namun data itu dikatakan pada laporan November 2018 lalu. Tetapi memasuki Desemner ini diperkirakan yang belum hanya tinggal 8.000-an warga. Sehingga sebelum pemilihan umum pada April 2019 dipastikan semua masyarakat sudah memiliki E-KTP.
"Cepat habisnya blanko itu juga dikarenakan pihak kami gencar melakukan sosialisasi perekaman di pasar-pasar, desa, hingga sekolah. Kami memang drop blanko ke sana, dan membuat saat ini di kantor sendiri kekurangan jadinya. Kalau tidak salah itu 2.000 keping blanko kami sediakan kemarin namun ludes semua," paparnya.
Dia mengaku kalau sekarang memesan blanko ke pusat bisa saja, tetapi terbentur akhir tahun yaitu kosongnya anggaran dan berakhirnya surat pertanggungjawaban (SPJ). Selain itu, kekurangan blanko di akhir tahun ini juga dikarenakan warga berbondong-bondong datang ke Dusdukcapil. Hal itu diakibatkan adanya surat edaran jika lewat sampai Desember 2018 data mereka akan dinonaktifkan.
"Surat edaran itu juga berdampak pada ketersediaan blanko yang ada. Meski lewat batas akhir, kemudian data dinonaktifkan ketika sudah melakukan perekaman tidak apa-apa. Karena ketika dinonaktifkan nantinya akan bisa diaktifkan kembali setelah Desember di kecamatan maupun di Kantor Disdukcapil sendiri," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, perempuan asli Gianyar ini juga mengaku bahwa dengan perekaman sistem jemput bola (Sijebol) antusias masyarakat lebih banyak. Dibandingkan jika hanya menunggu masyarakat yang datang ke kantor. Disinggung persentasenya, Wirati mengaku mencapai 70 persen sejak diberlakukannya program Sijebol tersebut.
Sedangkan hasil wawancara dengan salah satu warga yang mengaku bernama Komang Saputra merasa kecewa. Pasalnya ia sudah bolak-balik datang ke Disdukcapil mencari E-KTP belum juga dicetak. Padahal ia melakukan perekaman sudah dua bulan yang lalu.
"Bulan lalu saya ke sini dibilang blanko masih kosong, kemudian satu minggu lalu juga jawabannya sama seperti itu. Nah sekarang malah disuruh menunggu lahi sampai awal tahun 2019," imbuh dia sambil menunjukkan wajahnya yang sangat kecewa.
Dia berharap agar pengadaan blanko disesuaikan dengan jumlah yang melakukan perekaman. Begitu juga warga sebaiknya diberikan kepastian, kapan sebenarnya blanko ada dan E-KTP akan dicetak. Sehingga kalau ada warga yang datang ke Disdukcapil tidak mubasir dan buang-buang waktu kalau hanya diberi harapan palsu. "Ini bukan jemput bola namanya, tetapi lempar bola," imbuhnya.
(bx/ade/yes/JPR)