Berita Terkini
Nasional

Daging Stabil, Harga Gula dan Bawang Merah di Mojokerto Naik

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Selasa, 18 Desember 2018 20:36 WIB · 2 menit baca
Daging Stabil, Harga Gula dan Bawang Merah di Mojokerto Naik
Ilustrasi Daging sapi

PUBLIKSATU, MOJOKERTO – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto memberikan atensi bergolaknya harga bahan pokok mendekati momen Natal dan tahun baru (Nataru).

Pemkot menjamin kestabilan harga dan ketersediaan barang di pasar tradisonal hingga pergantian tahun. Kabid Perdagangan Disperindag Kota Mojokerto Ganesh Kresnawan mengungkapkan, pergerakan harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional masih tergolong stabil.

Belum ada komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga yang signifikan. ”Harga masih dalam batas wajar,” paparnya.

Hal itu dikarenakan belum ada lonjakan permintaan terhadap 9 bahan pokok (sembako) maupun jenis bahan pangan lainnya. Disamping itu, tidak terjadi kelangkaan terhadap bahan tertentu yang dapat memicu kenaikan harga. Dia mengatakan, sejauh ini stok di pasaran relatif aman.

Kendai demikian, disperindag tetap melakukan antisipasi terhadap lonjakan harga. Diperkirakan, fluktuasi harga akan terjadi mendekati Nataru hingga tahun baru 2019 nanti. ”Karena trennya setiap sebelum Natal dan tahun baru biasanya permintaan barang melonjak,” ulasnya.

Upaya antisipasi itu dilakukan dengan melakukan pengecekan ketersediaan barang di tingkat distributor. Bahkan, disperindag menyiapkan dengan menggelar operasi pasar (OP). Agenda itu dilakukan jika terjadi kenaikan harga yang terlalu tinggi.

”Jangan sampai saat permintaan tinggi, tapi ketersediaan barangnya terbatas. Harga pasti melambung,” paparnya. Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di Pasar Tanjung Anyar Senin (17/12), harga daging ayam broiler masih stagnan di kisaran Rp 30 ribu per kilogram (kg).

Sementara daging sapi tetap di angka Rp 100 ribu per kg. Untuk bahan sembako, kenaikan harga terjadi pada gula pasir dari sebelumnya Rp 11 ribu per kg, kini menjadi Rp 11.500 per kg.

Sedangkan komoditas pangan lainnya yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah bawang merah. Saat ini, pedagang membenderol dengan harga Rp 28 ribu per kg, melonjak sekitar 19 persen dari harga sebelumnya Rp 23.500 per kg.

Di sisi lain, penurunaan harga terjadi pada beras IR 64 dari sebelumnya Rp 8.500 per kg menjadi Rp 8 ribu per kg. Selain itu, telur ayam ras dan cabai rawit juga terpantau sama-sama turun Rp 1.000 per kg. Masing-masing dijual dengan harga Rp 25 ribu per kg dan 24 ribu per kg.

”Kenaikannya masih bisa kita maklumi. Tapi kalau naiknya harga sudah tidak wajar, baru kita lakukan antisipasi,” pungkasnya.

(mj/ram/ris/JPR)