Berita Terkini
Busel

Januari 2019, Pasar Bandar Batauga dan Sampolawa Difungsikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 19 Desember 2018 14:20 WIB · 2 menit baca
Januari 2019, Pasar Bandar Batauga dan Sampolawa Difungsikan
Perwakilan Pemkab Busel saat melakukan dialog terbuka dengan perwakilan massa MPB Busel dengan Irwansyah, dan Ketua Cabang HMI Kota Baubau, La Ode Rizky

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Busel menjaminkan, Januari 2019 mendatang, sejumlah bangunan pasar yang dibangun dengan anggaran dari APBN tahun 2016 lalu di Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga dan Sampolawa akan difungsikan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Disperindag Busel, Amril Tamim saat berdialog dengan massa Gerakan Mahasiswa Pembaharu (GMP), di aula Lamaindo, Selasa (18/12).

"Januari 2019 kalau semua fasilitas pendukung sudah lengkap, maka akan segera dimanfaatkan," kata Amril.

APBN yang digelontorkan untuk membangun gedung pasar baru di dua lokasi itu mencapai miliaran rupiah. Namun hingga kini, bangunannya belum dimanfaatkan. Ironisnya, sejumlah bangunan sudah rusak.

Amril membenarkan jika sejumlah dinding bangunan pasar itu ada yang dicoret-coret oleh oknum tak bertanggungjawab. Belum lagi sejumlah fasilitas seperti kerang air, maupun fasilitas lain ikut hilang.

Kondisi ini membuat Pemkab Busel melalui Disperindag terpaksa harus menganggarkan untuk pembenahan sejumlah fasilitas yang rusak tersebut.

"Kenapa belum difungsikan? Karena Bangunan pasar di Bandar Batauga dan Sampolawa dibangun saat Pj Faisal itu sudah rusak. Makanya harus dibenahi. Sementara direhab karena plafon, pintu dan dinding sudah rusak," jelasnya.

"Kita ingin pelaku pasar itu nyaman berada di dalam pasar itu. Air belum ada, PDAM sementara dikerjakan. Jalan juga sudah terhubung. Di Sampolawa sudah masuk listrik. Begitupun di Bandar Batauga," tambahnya.

Dari data Disperindag, pelaku pasar itu bukan hanya warga Batauga, tapi ada yang dari Siompu, Lapandewa, Sampolawa dan warga sekitar Busel.

Amril menjaminkan, Januari 2019 sudah bisa dimanfaatkan. Pembenahan pasar itu bukan hanya tugas Disperindag, tapi melibatkan sejumlah OPD di Busel. Dinas PU sementara pematangan lahan di dua pasar itu. Lahan parkirnya disiapkan.

"Bukan kita mau buru-buru kita masuk. Tapi sabar untuk pedagang nyaman juga menjual. Kita lakukan dulu rehab agar pedagang juga nyaman," tutupnya.

Sejumlah tuntutan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Masyarakat Perubahan Buton Selatan (MPB-Busel) dan Aliansi Pemberhati Daerah Buton Selatan (APD-Busel) yang disuarakan melalui aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu dijawab pemerintah Busel melalui dialog terbuka. Sejumlah persoalan isu mengawal percepatan pembangunan dan pemertaan pembangunan didiskusikan.

Pertemuan itu dipimpin Asisten II Setkab Busel, Maharuddin, dihadiri Kadis UKM, Amril Tamim, Perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP), Nafiruddin, perwakilan Dinas Perumahan dan perwakilan Dinas Pariwisata. Sementara dari MPB Busel dihadiri ketua cabang HMI Kota Baubau, La Ode Rizky dan korlap MPB, Irwansyah. (aga)