Berita Terkini
Nasional

Kecelakaan Maut, Plt Kadisdik Tewas Usai Tabrak Ambulans yang Bawa Pasien

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 19 Desember 2018 21:56 WIB · 3 menit baca
Kecelakaan Maut, Plt Kadisdik Tewas Usai Tabrak Ambulans yang Bawa Pasien
Ilustrasi

PUBLIKSATU, Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Palangka Raya-Buntok, tepatnya di Desa Lahei, Kecamatan Mantangai, Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebuah Avanza plat merah yang dikemudikan Plt Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Bartim bertabrakan dengan ambulans yang membawa pasien menuju RSUD dr Doris Sylvanus, kemarin (18/12). Akibat kecelakaan itu, tiga orang tewas dan lima orang lainnya mengalami luka-luka.

Identitas korban tewas adalah Plt Kadisdik Bartim Perkadi Guai, Staf Perencanaan Disdik Bartim Kris, dan penumpang ambulans Muhammad Amin yang juga merupakan pasien rujukan.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos (Jawa Pos Group), mobil ambulans milik RSUD Jaraga Sasameh Buntok dikemudikan Rhomi Adiatma, 28, sedang menuju RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Ambulans membawa pasien Muhammad Amin bersama keluarganya serta seorang perawat Taufik Rahman.

Dari arah Palangka Raya, melaju mobil Avanza yang dikemudikan Plt Kadisdik Bartim Perkadi bersama stafnya Kris. Mereka hendak menuju Bartim usai pulang mengikuti rapat.

Sesampainya di Lahei, tiba-tiba mobil plat merah itu oleng usai melintasi tikungan. Ke kiri, lalu banting kemudi ke kanan. Diduga, pengemudi tak dapat mengendalikan laju kendaraan di atas aspal yang basah oleh hujan.

Tabrakan pun tak terhindarkan. Ambulans yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam sisi kiri mobil hingga terlihat ringsek. Kedua penumpang terjepit. Akhirnya diketahui tewas usai berhasil dievakuasi warga.

"Mobil Avanza itu kayanya mengambil jalan dari mobil ambulans. Pas mau menghindar sudah tidak bisa akhirnya sisi kiri mobil dinas itu ditabrak,” ujar Suni, salah satu warga setempat yang ikut menghantar tiga jenazah ke kamar mayat.

Selain itu, salah seorang saksi mata lainnya yang membuntuti mobil ambulance menceritakan, dia terkejut karena dari jauh terlihat mobil Avanza memasuki jalan milik ambulans.

“Saya juga kaget, pas lihat mobil itu masuk ke jalur kami dan tiba-tiba mobil ambulans juga terlihat sedikit oleng dan langsung terjadi tabrakan,” ujar perempuan yang enggan disebutkan identitasnya di depan ruang IGD, kemarin.

Selain tiga orang korban tewas, lima orang korban yang ada di ambulans bersama sopir harus mendapat perwatan intensif. Pantauan Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di IGD RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya, tampak kelima korban yang berada di dalam mobil ambulance penuh lumuran darah. Kelima korban tersebut adalah Taufik Rahman yang merupakan perawat, sopir ambulans Romi Adiatma, serta pihak keluarga dari Muhammad Amin, yaitu Nelson Saleh, Kurnia Jaya, dan Rukiah.

Berkaitan dengan kejadian ini pihak kepolisian Polres Kapuas langsung mengidentifikasi sejumlah korban. Akan tetapi proses identifikasi terlihat sedikit mengalami kesulitan karena pecah tangis dan kesedihan silih berganti memecah keheningan rumah sakit. Selain itu juga kelima korban yang dirawat juga susah diajak bicara karena masih dilakukan perawatan intensif.

Keluarga korban masih menunggu visum yang dilakukan oleh pihak RSUD Dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Begitu juga kepolisian yang masih belum bisa memberikan komentar.

(fab/jpg/JPC)