Berita Terkini
Nasional

Merapi Alami 40 Guguran Lava, Sri Sultan: Ini Masih Kecil

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 19 Desember 2018 21:49 WIB · 2 menit baca
Merapi Alami 40 Guguran Lava, Sri Sultan: Ini Masih Kecil
Ilustrasi Erupsi Gunung Merapi

PUBLIKSATU, Dalam sehari aktivitas guguran lava pijar Gunung Merapi tercatat mencapai kisaran 40 kali. Namun masih sangat sedikit dibandingkan ketika 2006 silam.

Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta mengatakan, jika dihitung sejak Minggu (16/12) hingga Rabu (19/12) sudah ratusan guguran lava pijar.

"Kalau untuk rata-rata guguran perhari terjadi 40an. Tapi ini masih kecil karena dibanding 2006 guguran bisa ratusan," kata Hanik kepada JawaPos.com, Rabu (19/12).

Sementara Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, aktivitas Merapi ini belum perlu dikhawatirkan. "Yo rapopo to wong kita sudah tahu kok setiap 4 tahun sekali aktif kok," katanya, ditemui di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Lasiman, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman mengatakan, pada Rabu (19/12) dini hari terjadi setidaknya 3 kali guguran. Pada pukul 00.04, 00.10, dan 01.12 WIB.

Durasinya sekitar 39 sampai 47 detik, dan jarak luncurnya sejauh kisaran 300 meter. Mengarahnya terpantau ke hulu Sungai Gendol, di Kabupaten Sleman. "Gugusannya masih pendek (jaraknya)," katanya.

Guguran lava pijar ini juga menurutnya bisa menjadi potensi wisata. Namun dengan catatan harus sesuai dengan rekomendasi dari pihaknya. Yakni melihatnya di titik aman, di jarak 3 kilometer dari puncak. "Asal sesuai rekomendasi," ucapnya.

(dho/JPC)