Berita Terkini
Buton

Delia Montolalo Harap Lomba B2SA Digelar Hingga Tingkat Desa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 20 Desember 2018 17:45 WIB · 2 menit baca
Delia Montolalo Harap Lomba B2SA Digelar Hingga Tingkat Desa
Ketua TP-PKK Buton, Delia Montolalo La Bakry (kanan) dan Bupati Buton La Bakry (kiri) mengamati hasil kreasi para pengurus PKK dan ibu-ibu rumah tangga dalam lomba cipta menu

PUBLIKSATU, BUTON - Beberapa waktu lalu, Dinas Ketahanan Pangan dan PKK Buton menggelar lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) tingkat Kabupaten Buton, di aula kantor Bupati Buton. Kegiatan tersebut sangat diapresiasi oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Buton, Delia Montolalo La Bakry.

Delia mengatakan, lomba B2SA merupakan saah satu cara agar para pengurus PKK dan ibu rumah tangga di Buton bisa mahir dalam mengolah menu sehat dan bergizi. Selain itu, melalui lomba ini mereka bisa meningkatkan pengetahuan tentang pengelohan menu yang sehat.

Menurut Delia, peningkatan pengetahuan ibu rumah tangga dalam menyajikan beragam menu untuk keluarga sangat penting. Sebab, para ibu dapat memastikan asupan gizi dari menu yang disajikan untuk keluarga, khususnya menu berbahan pangan lokal.

“Saya harap Dinas Ketahanan Pangan dan PKK Buton agar menggelar lomba seperti ini hingga ke pada tingkat kecamatan, kelurahan dan desa,” ujar Delia Montolalo.

Istri Bupati Buton La Bakry itu menjelaskan, kunci sukses penyajian makanan tergantung pada kreativitas ibu. Setelah lomba B2SA ini, Delia Montolalo berharap agar para ibu mengimplementasikan penyajian menu dalam keluarga dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang banyak ditemukan di desa-desa.

Sementara itu, Bupati Buton La Bakry mengatakan lomba B2SA selaras dengan program nasional, utamanya pencegahan stunting yang berkaitan dengan pola makan.

“Kurangnya asupan gizi dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak-anak. Perlu kesadaran individu dan kelompok untuk menciptakan gizi seimbang dan aman,” ujar La Bakry.

“B2SA ini saya kaitkan dengan program nasional penanganan stunting. Ibu-ibu tahu itu stunting? Stunting itu, anak-anak kita itu tumbuhnya lambat sekali. Tidak sesuai umur tinggi badan dan berat badan,” tambahnya.

Dikaitkannya program ini bukan tanpa sebab. Kata dia, berdasarkan pengamatan. Anak-anak yang ada di Kabupaten Buton terbilang kecil-kecil. Menurutnya itu menunjukan adanya pertumbuhan generasi yang bermasalah.

“Kalau kita turun di beberapa desa kalau sore-sore anak-anak itu jalan dia kumpul itu beda-bedanya sedikit-sedikit. Kecil-kecil. Itu menunjukan pertumbuhan anak kita ada masalah,” katanya.

Menurut La Bakry, jika merujuk ilmu gizi, penyebab lambatnya pertumbuhan anak tidak lain tidak tercukupinya asupan gizi terhadap anak.

“Kalau berdasarkan ilmu gizi penyebab stunting itu tidak tercukupannya asupan gizi,” sebutnya. (kp)