Event Karnaval Kelas Kampung Diusulkan Masuk Kalender Wisata Nasional

PUBLIKSATU, Karnaval Pesona Gondanglegi memasuki gelaran ketujuh pada tahun ini. Dari tahun ke tahun, event karnaval antar kampung ini terus menuai apresiasi banyak kalangan. Pertunjukkannya semakin mewah.
Beragam atraksi dan kebudayaan ditampilkan oleh setiap elemen di Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (20/12). Ada yang menggunakan egrang dengan ketinggian sekitar 2 meter. Ada juga yang menampilkan kesenian khas Madura, atau akrab disebut Sakera.
Salah satu yang tampil pada karnaval itu adalah pelajar SMP Ali Ustman Gondanglegi. Mereka menampilkan kesenian dari beragam daerah di Indonesia. Para siswi tampak mengenakan busana khas penari Gandrung dari Banyuwangi.
Di belakang mereka, ada rombongan yang mengenakan kostum karnaval lengkap dengan sayap besar. Mereka merepresentasikan burung khas Indonesia. Misalnya saja ennggano dan cenderawasih.
Pada Pesona Gondanglegi 7 itu, juga ditampilkan kesenian Reog Ponorogo. Ribuan orang tumplek blek di pinggir jalan menyaksikan karnaval ini.
Wakil Bupati Malang Muhammad Sanusi menjelaskan, Pesona Gondanglegi ini akan diusulkan masuk ke kalender wisata nasional. Dia akan meminta kepada Dinas Pariwisata agar mengajukan kegiatan rutin di Kabupaten Malang ke Kementerian Pariwisata dan masuk agenda nasional.
"Nanti akan lebih bisa dinikmati oleh banyak orang. Kami akan ajukan jadi event nasional," kata Sanusi, Kamis (20/12).
Dengan pengajuan itu, pihaknya juga akan mengundang penampil karnaval dari beberapa wilayah di Indonesia. Misalnya saja Banyuwangi dan Jember.
Sanusi juga menambahkan, dengan dijadikan sebagai salah satu agenda nasional, nantinya akan semakin banyak menyedot animo wisatawan. Kegiatan tersebut ingin menonjolkan unsur budaya dan wisata di Gondanglegi.
"Kami ingin menampilkan kesenian khas dan wisata di Gondanglegi. Para penampil dan kostum mereka ini adalah murni kreasi warga. Kostum juga mereka buat sendiri," tegas Sanusi.
Sementara itu Camat Gondanglegi Tatok Iriawanto memprediksi, gelaran yang menampilkan 30 kelompok dengan 300 orang itu akan berhasil menyedot animo puluhan ribu penonton. Dia memperkirakan, akan dihadiri oleh 50 ribu orang.
"Seperti tahun lalu. Tahun lalu juga sekitar 50 ribu orang," tuturnya.
(tik/JPC)