Tiga TKI Asal Buton Tengah Tewas Ditembak di Malaysia

PUBLIKSATU, JAKARTA – Kabar duka datang dari tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buton Tengah, Sulawesi Tenggara yang bekerja di Negeri Jiran, Malaysia. Tiga TKI yang bekerja sebagai buruh bangunan itu diduga menjadi korban pembunuhan di Penang, Malaysia.
Para korban yang diketahui bernama Arifudin alias Lagu, Saidin dan Rudianto diduga dibunuh dengan cara ditembak.
Perwakilan keluarga korban, La Ode Sahrun yang mendengar kabar tersebut langsung melaporkan persoalan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kamis (20/12). Kabar tersebut diterima melalui kerabat korban yang berada Penang.
“Ketiga korban ini bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia,” kata La Ode Sahrun berdasarkan keterangan yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Kamis (20/12).
Kronologisnya, lanjut Sahrun, korban atas nama Arifudin alias Lagu bersama dengan Saidin diduga ditangkap oleh pihak kepolisian Malaysia pada Kamis 8 November 2018 lalu. Mereka ditangkap sekitar pukul 11.00 waktu setempat ketika tengah berada di Kedai Kopi.
“Sementara Rudianto ditangkap pada keesokan harinya, Jum’at 9 November 2018 sekitar pukul 14.00 ditempat yang berbeda,” kata Sahrun.
Ditambahkan, keluarga korban baru mengetahui penangkapan tersebut setelah dua minggu lamanya. Ironisnya, kabar yang diterima merupakan kabar duka. Ketiganya dikabarkan telah meninggal dunia.
“Setelah dua minggu pasca penangkapan, keluarga korban baru mendengar kabar jika ketiganya sudah tewas ditembak polisi Malaysia di Pulau Pinang saat coba melarikan diri,” pungkasnya.
Sahrun yang mendengar peristiwa tersebut mengaku terkejut dan langsung bergegas melaporkan kejadian itu kepada pihak Kemenlu untuk ditindaklanjuti.
“Saya langsung ditelpon kerabat korban di Malaysia. Saya kaget, dan sebagai wakil rakyat, saya langsung berangkat ke Jakarta untuk melaporkan masalah ini dan meminta penjelasan dari pihak Kemenlu,” ujarnya.
Lebih lanjut, awalnya dari informasi yang diterima kerabat kroban. Memang sebelumnya telah mendengar kabar bahwa ada orang Indonesia yang tewas karena ditembak di Pulau Penang sehar sebelum kejadian penangkapan.
Namun, kerabat korban belum mengetahui secara pasti siapa yang menjadi korban dalam penembakan itu.
“Nanti sudah dua minggu baru mereka tahu bahwa yang jadi korban itu adalah ketiga kerabat mereka,” ujarnya.
Dari hasil pertemuan dengan pihak Kemenlu, ternyata Kemenlu sudah mendapat kabar adanya penangkapan terhadap WNI di Malaysia sejak Sabtu, 24 November 2018. Namun, sampai saat ini belum ada tindaklanjut dari Kemenlu.
“Saya datang jauh-jauh ke sini sekaligus meminta klarifikasi ke pihak Kemenlu. Ini soal nyawa TKI kita. Masa tidak ada tindak lanjut. Kerabat yang di Malaysia siap datang ke Indonesia jika memang dibutuhkan sebagai saksi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta agar pemerintah membentuk Tim Pencari Fakta untuk turun melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. “Ini tidak bisa dibiarkan dan Kemenlu jangan hanya mendengarkan dan menerima info dari pihak kopolisian Malaysia tetapi keluarga korban juga harus didengarkan,” tegasnya.
(hrm/fin)