Kaleidoskop Kabupaten Buton Tengah Medio September 2018

1. Geger, Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Warga Mone
Tumpukan tulang belulang kerangka manusia ditemukan beberapa warga Desa Mone, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang dibayar membersihkan kebun jambu mete salah satu warga setempat, Minggu (2/9) sore.
Mereka yang melihat tumpukan tulang belulang tersebut langsung menutupnya dengan seng bekas, kemudian pulang melaporkan kepada pemilik kebun di kampung. Selanjutnya pemilik kebun melaporkan kepada Kades Mone Hamiru.
Paginya, Senin (3/9), Kades melaporkannya kepada Polsek Lakudo. Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Kanit Intel, Kanit Reskrim, dan Bhabinkamtibmas Desa Mone.
Dari Desa Mone mereka masuk ke kawasan kebun jambu warga dengan mengendarai sepeda motor diantar Kades dan beberapa warga setempat sejauh 3 KM. "Tiba di TKP, kami langsung melakukan olah TKP dan tulang belulangnya hanya tertumpuk satu tempat," ungkap Kapolsek Lakudo ditemui di kantornya usai dari TKP.(***)
2. ICDA Sebut Gua Bawah Air Buteng Lebih Tua dan Menantang dari Mexico
Komunitas penyelam gua bawah air (Cave Dive) yang tergabung dalam Indonesia Cave Diving Association (ICDA) menyebut gua-gua bawah air di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) lebih tua dan menantang dibanding dengan gua-gua bawah air di Mexico yang sudah mendunia.
Ketua Tim ICDA Baubau La Ode Halim Maswar menuturkan, bila wisata Cave Dive di Kabupaten Buteng yang menjadi pembeda dari daerah-daerah lain intens diperkenalkan, maka akan menjadi tandingan wisata Cave Dive yang ada di negara Mexico.
"Kami beberapa kali mengajak teman-teman penyelam gua bawah air dari Perancis, Australia, dan beberapa negara lainnya, sangat terkesan dengan gua-gua bawah air di Kabupaten Buteng ini. Bahkan mereka yang sudah pernah menyelam di gua bawah air Mexico, menyebut gua-gua bawah air di Buteng ini lebih tua dan menantang dibanding Mexico," beber Halim saat ditemui bersama rekan-rekannya hendak bersiap-siap melakukan penyelaman di di gua bawah air di atas Pantai Maobu, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng), Rabu (5/9).(***)
3. Samahuddin Poles Wajah Buteng dengan Keseragaman Pagar
Untuk memberikan kesan menarik dan indah terhadap perwajahan Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Bupati Samahuddin telah memerintahkan kepada pemerintah desa untuk membuat keseragaman pagar melalui Alokasi Dana Desa (ADD) masing-masing.
Mulai dari bentuk pagar, model, tinggi, dan warna harus dibuat seragam. Dari fondasi naik tembok berlekuk sekitar setengah meter, diatasnya dipasang pipa stainles dua buah melintang di sisi kiri dan kanan tiang tembok.
Fondasinya nantinya akan dicat hitam, temboknya putih, pipa atas merah dan pipa bawah putih. Tiang tembok dicat merah, dan diatas masing-masing tiang tembok dipasang bola-bola berbentuk kubah yang akan dicat putih. Untuk pilihan catnya, bupati mengarahkan untuk menggunakan cat Jotun bernomor 0256 supaya lebih tahan lama.
Program keseragaman pagar ini sekaligus membantu penggantian pagar yang sebelumnya dibongkar akibat dari pelebaran jalan di pemukiman-pemukiman warga. Untuk mengecek langsung pembuatan pagar seragam tersebut, Bupati Samahuddin mulai melakukan peninjauannya di Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng) dan Mawasangka, Rabu (5/9).(***)
4. Kecamatan Gu Sambut Tahun Baru Islam dengan Pawai Taaruf
Seperti tahun-tahun sebelumnya, masyarakat Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) menyambut tahun baru islam 1440 Hijriyah dengan menggelar pawai taaruf, Senin sore (10/9).
Pawai taaruf dengan mengambil titik start dan finish di depan Kantor Camat Gu tersebut, dilepas Sekretaris Camat (Sekcam Gu). Kapolsek Gu dan Danramil Gu masing-masing diwakili anggotanya dan turut mengamankan kelancaran pawai taaruf.
Sementara peserta pawai dikuti barisan pelajar SD/MI, SMP/MTS, dan ibu-ibu majelis taklim. Sepanjang jalan memutari dua kelurahan di Lombe ibukota kecamatan tersebut, peserta pawai melantunkan salawat.
Pawai taaruf menyambut tahun baru islam ini, terselenggara berkat kerja sama Pemerintah Kecamatan Gu beserta unsur Muspika dan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Gu.(***)
5. Kepulangan Jamaah Haji Buteng Kurang Satu Orang
Dari 26 jamaah haji Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang menunaikan rukun islam kelima di tanah suci Mekkah awal Agustus lalu, hanya terlihat 25 jamaah saja saat kepulangan mereka disambut Pemkab Buteng di Masjid Nurul Huda Lakudo, Minggu (16/9).
Informasi yang dihimpun media ini, jamaah haji asal Kabupaten Buteng tiba di Debarkasi Makassar, Sabtu (15/9), dengan pesawat kelompok terbang (Kloter) 21 sebanyak 26 orang. Namun satu diantaranya bernama Hj Wa Kobe Binti La Liru Bin La Hulu (53) langsung dibawa ke Poliklinik Asrama Haji Makassar.
Wa Kobe sebelumnya sempat dirawat di Arab Saudi, karena mengalami kaki sakit akibat terjatuh saat menjalankan Wukuf di Arafah. Sehingga ia harus menjalani dulu perawatan di Makassar dan belum diizinkan bersama jamaah haji Buteng lainnya pulang ke kampung halaman.
Pemkab Buteng yang dipimpin Sekab La Ode Hasimin, didampingi Asisten III LM Mursal Zubair, sejumlah Kepala OPD, dan keluarga jamaah haji menyambut dengan penuh suka cita ke-25 jamaah haji tersebut saat tiba di Lakudo.(***)
6. KPU Buteng Tetapkan DCT Caleg 247 Orang
Sebanyak 247 Calon Legislatif (Caleg) akan memperebutkan 25 kursi di DPRD Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada Pemilu 2019 nanti. Ratusan Caleg tersebut selanjutnya akan mengkampanyekan diri setelah mendapat legitimasi dari KPU Buteng melalui rapat pleno penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) di Hotel Findi, Lakudo, Kamis (20/9) sore.
Rapat pleno dipimpin langsung Ketua KPU Buteng La Ode Nuriadin, didampingi dua komisioner Rinto Agus Akbar dan Muhamad Arwahid serta Sekretaris LM Darmawan Hibali. Rapat pleno tersebut mendapat pengawasan langsung dari Bawaslu Buteng yang dihadiri Ketua Helius Udaya dan dua komisioner Jais dan Lucinda Theodora.
Setelah melakukan pleno tertutup, KPUD kemudian mengumumkan DCT kepada para peserta rapat yang dihadiri utusan dari masing-masing partai politik. Tercatat ada 247 Caleg, terdiri dari 146 laki-laki dan 101 perempuan dari 13 Parpol yang mengajukan Calegnya.(***)
7. Dispar Buteng Gandeng IE2I Bersih-Bersih Pantai Mutiara
Ada banyak cara dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) dalam memperkenalkan berbagai obyek wisata di daerah yang dijuluki Negeri Seribu Gua itu. Salah satunya dengan menggandeng komunitas atau lembaga yang punya jejaring luas di Indonesia maupun luar negeri.
Kali ini, lembaga yang digandeng adalah Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) yang bergerak di bidang energi dan lingkungan. Selain tersebar di sejumlah daerah di Indonesia dengan para Ambassadornya, lembaga ini dipimpin seorang mahasiswi pasca sarjana Imperial College London (MSc Environmental Technology, Pollution Management), Esti Widya Putri.
Dalam melakukan riset lingkungan dan persampahan obyek wisata di Kabupaten Buteng, Dispar mengarahkan tim IE2I tersebut ke Pantai Mutiara, Minggu (23/9). Beberapa sekolah SMA dan SMP dilibatkan sebagai peserta bersih-bersih pantai.
Tak ketinggalan komunitas dan organisasi seperti Lapak Baca Pancana, Lapak Baca Fokapo, Himpunan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Lolibu (Hippmaslo), dan mahasiswa Unidayan yang sementara melaksanakan KKN di Desa Moko dan Lolibu beserta karang tarunanya turut membantu aksi bersih-bersih tersebut.(***)
8. Empat Remaja Lakudo Gilir Siswi SMA di Rumah Kosong
Sikap Bunga (Samaran, red) mendiamkan upaya pemerkosaan yang menimpa dirinya akhirnya tercium juga orang tuanya setelah hampir sebulan lamanya. Itu pun diketahui setelah orang tuanya mendengar cerita dari tetangga dekatnya.
Bunga (18) yang masih duduk di bangku kelas 2 salah satu SMA di Lakudo itu, hanya bisa curhat sama tetangganya kalau ia sudah digilir empat remaja yang masih satu lingkungan dengannya di Kampung Baru, Kelurahan Lakudo, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah (Buteng).
Bunga takut dipukul orang tuanya jika berterus terang dan hanya berani bercerita kepada tetangganya yang masih hubungan Tante dengannya. Namun sang Tante tidak terima dan langsung menyampaikan pada oran tua Bunga.
Betapa kagetnya orang tua Bunga mengetahui anak perawannya telah digilir empat remaja di lingkungannya tersebut. Ia pun tidak terima dan langsung melapor ke Polsek Lakudo, Selasa (25/9). Mendapat laporan tersebut, Polsek Lakudo langsung bertindak mengamankan para pelaku.
"Baru tiga yang kami amankan, karena satu tersangka sudah melarikan diri. Keempatnya masih remaja dan tergolong dibawah umur," ungkap Kapolsek Lakudo AKP Abdul Halim Kaonga ditemui sejumlah media di kantornya, Rabu (26/9).(***)