Transaksi Perdagangan Hampir Pulih Total Pasca Kebakaran

PUBLIKSATU, SOLO – Aktivitas perdagangan di pasar darurat dan hanggar Pasar Legi semakin bergairah. Pedagang mengakui jumlah pembeli terus meningkat. Sarana prasarana juga telah dilengkapi pemkot.
"Sudah langganan belanja di sini," jelas Evi Safitri. Dia menjadikan pasar tersebut sebagai jujukan kulakan dagangan karena harganya lebih murah dibandingkan pasar lainnya.
"Sudah banyak langganan di sini. Tapi, agak sulit mencari karena belum ketemu lokasi dagangan yang baru," ujarnya.
Pembeli lainnya, Sutini, menuturkan, penataan berdasar zonasi di pasar darurat membuat kondisi pasar lebih bersih. Meskipun dirinya sedikit kesulitan menjari kios langganannya.
“Tapi sebetulnya tidak masalah. Pengelompokan lokasi jualan ini jadi lebih mudah dalam mencari (barang kebutuhan, Red)," ucapnya.
Ditambahkan Sutini, dirinya berbelanja di Pasar Legi sejak 1980. Dia berharap, pasar permanen segera dibangun dengan konsep tidak beda jauh dari sebelumnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang kentang Anik Krisnani yang menempati hanggar nomor 304 bersyukur karena jumlah pembeli meningkat. "Seminggu terakhir ini makin banyak pembelinya. Tapi, zonasi mebuat persaingan makin tinggi dan sedikit ewuh pekewuh dengan pedagang lainnya. Pelanggan tiap pedagang itu biasanya sama. Jadi, pembelinya yang bingung dan tidak enak antara satu dan lainnya," kata dia.
Lurah Pasar Legi Marsono memastikan sebagian besar pedagang sudah menempati pasar darurat. "Tinggal beberapa pedagang yang belum menempati pasar darurat. Seperti pedagang ayam potong yang masih berjualan di rumah,” jelasnya.
Marsono mengimbau seluruh pedagang Pasar Legi segera memanfaatkan fasilitas pasar darurat dan hanggar karena sarana dan prasarana pendukungnya sudah lengkap. Penghalau genangan dan keamananan sudah ditingkatkan. (ves/wa)
(rs/ves/per/JPR)