Berita Terkini
Buton

Gelar Apel Pasukan Ops Lilin Anoa 2018, Kapolres Buton Sampaikan Amanat Kapolri

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 21 Desember 2018 17:29 WIB · 2 menit baca
Gelar Apel Pasukan Ops Lilin Anoa 2018, Kapolres Buton Sampaikan Amanat Kapolri
Gelar Apel Pasukan Ops Lilin Anoa 2018, Kapolres Buton Sampaikan Amanat Kapolri

PUBLIKSATU.CO - Polisi Resor (Polres) Buton menggelar apel Gelar Pasukan Operasional Lilin Anoa 2018 di lapangan Mapolres Buton, Jumat (21/12/18) sekira Pukul 08.00 Wita.

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik ini juga melibatkan pihak TNI dan Pemerintah Kabupaten. Hadir juga pada acara tersebut pihak DPRD dan unsur FORKOPIMDA serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman Sik saat membacakan amanat Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, apel gelar pasukan ini dilakukan seluruh jajaran, tujuannya untuk meninjau kesiapsiagaan personel, pengecekan sarana dan prasarana pengamanan serta guna memperkuat solidaritas para pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam pengamanan hari raya natal 2018 dan tahun baru 2019.

Andi Herman menjelaskan sebagaimana diketahui, situasi menjelang perayaan natal dan pergantian tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul berasama keluarga karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional.

Realisasi ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat seperti terjadinya intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi serta peningkatan demand terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan. Menurutnya kondisi itu dapat memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian.

Olehnya itu, Andi Herman mengharapkan seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan.

Andi Herman menyebutkan, dalam kegiatan tersebut, Polri bersama jajaran TNI dan stakeholders lainnya menggelar operasi yang melibatkan 167.783 personel pengamanan. Kata dia, operasi kepolisian tersebut dilakukan selama 10 hari sejak 23 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019.

Kecuali pada 13 polda prioritas I, Yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT dan Papua dimana operasi akan digelar selama 12 hari terhitung sejak 21 Desember.

Selain itu, kata dia Polri juga telah mengiventarisir beberapa potensi kerawanan di antaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transotasi baik darat, laut maupun udara, ketersediaan dan satabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Peningkatan intensitas kegiatan masyatakat akan memunculkan potensi peningkatannya kejahatan konvensiaonal seperti begal, premanisme maupun aksi street crimes seperti pencurian, pencopetan dan sebagainnya.

Untuk upaya cipta kondisi seperti operasi zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, miras dan petasan telah dilaksanakan. (Mo1)