Berita Terkini
Buton

Musnahkan 5,6 Ton Miras, Kapolres Buton Harap Pemerintah Dirikan Industri Aren

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 21 Desember 2018 20:54 WIB · 2 menit baca
Musnahkan 5,6 Ton Miras, Kapolres Buton Harap Pemerintah Dirikan Industri Aren
Polres Buton lakukan pemusnahan 5,6 ton miras

PUBLIKSATU, BUTON - Kepolisian Resort (Polres) Buton melakukan pemusnahan barang bukti sitaan minuman beralkohol modern dan tradisional hasil operasi cipta kondisi, operasi sikat, K2YD serta operasi binakusuma dalam kurun lima bulan sejak Juli-Desember 2018 di halaman Mapolres Buton, Jumat (21/12/18) pagi. Dalam acara ini sebanyak 5,6 ton miras dimusnahkan.

Kapolres Buton AKBP Andi Herman Sik menjelaskan, dibanding tahun lalu, jumlah sitaan minuman keras (miras) yang dimusnahkan meningkat. Pasalnya kata dia, untuk tahun ini Polres Buton telah dua kali melakukan pemusnahan miras.

"Kalau untuk tahun lalu. Jumlah miras kayaknya meningkat tahun ini. Karena memang dua kali pemusnahan ini. Kemarin pada saat Hut Bhayangkara kan kita sudah musnahkan juga," ujarnya kepada Wartawan di lokasi pemusnahan miras.

Menurut Andi Herman, peningkatan peredaran miras tahun ini dikarenakan masih adanya beberapa masyarakat yang menggantungkan hidupnya melalui barang haram tersebut.

Olehnya itu, ia mengharapkan pemerintah Kabupaten Buton kiranya dapat mengupayakan penyiapan industri untuk mengelolah minuman keras. Dengan harapan masyarakat dapat mengalihkan profesi mata pencaharian.

"Kalau dialihkan ke gula aren kalau gula aren inikan perputaran dari segi ekonominya lambat. Ini lebih cepat. Harapannya kalau dari saya pemerintah daerah harus menyiapkan industri. Industri apa, industri gula aren ya supaya masyarakat. Hanya mengambil ini. jualnya ke pemerintah daerah," ujarnya.

Sebab, berdasarkan data yang dirunut dari uraian singkat angka kriminalitas di Buton rata-rata dipengaruhi oleh tingginya masyarakat dalam mengonsumsi miras. Kata dia, hal ini harus menjadi atensi.

"Selama ini untuk angka kriminalitas di Buton rata-rata dipengaruhi oleh tingginya masyarakat konsumsi miras ya. Karena rata-rata dari kejadian-kejadian yang terjadi itu ketika diurut dari uraian singkat kejadiannya itu tadi aku habis mengkonsumsi minuman keras sehingga itu menjadi atensi," ujarnya.

Menanggapi hal itu, di tempat yang sama mewakili Bupati Buton, La Bakry. Sekab Buton, Zilfar Djafar menjelaskan, tindak lanjut dari pada itu, jika masyarakat mengantungkan mata pencaharian dari pengolahan miras, kemungkinan kedepannya pemerintah akan membuat suatu program alih profesi yang disesuaikan dengan bakat masayarakat.

"Jadi mungkin tidak lanjut daripada ini kalau memang ini merupakan mata pencaharian dari masyarakat kita mungkin akan membuat suatu program yang alih profesi. Ada program baru tergantung daripada masyarakat yang bakatnya ke mana," ujarnya. (Mo1)