Berita Terkini
Nasional

Belasan Korban Gempa Palu Ditipu di Balikpapan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 22 Desember 2018 13:46 WIB · 2 menit baca
Belasan Korban Gempa Palu Ditipu di Balikpapan
KORBAN BENCANA DI PALU SAAT DIBERANGKATKAN KE KAMPUNG HALAMAN MELALUI BANDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN SEPINGGAN BALIKPAPAN OLEH DINAS SOSIAL BALIKPAPAN

PUBLIKSATU, BALIKPAPAN – 18 warga Palu, Sulawesi Tengah menjadi korban penipuan. Niat hati ingin menata lagi puing-puing kehidupan pascabencana alam, mereka malah jadi korban penipuan orang tak bertanggung jawab.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan, Abdul Aziz menjelaskan, lima dari 18 orang itu adalah anak-anak. Ada juga tujuh perempuan dewasa. Sisanya pria dewasa. Mereka semua merupakan pasangan keluarga.

“Mereka terdiri dari empat kepala keluarga,” katanya, dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group), Sabtu (22/12).

Aziz mengatakan, 18 warga Palu itu awalnya datang ke Balikpapan tiga hari setelah gempa dan tsunami melanda daerah mereka, atau pada 1 Oktober 2018. “Di sini mereka nginap di terminal Pelabuhan Ferry Kariangau,” katanya.

Di Kota Minyak, lanjut Aziz, mereka tinggal hampir setengah bulan tanpa tujuan pasti. Lalu mereka diajak seseorang untuk bekerja di Banjarmasin, Kalsel.

“Mereka tinggal sekitar dua minggu. Terus mereka ditanya mau ke mana, bingung mau ke mana, terus diajakin orang tadi kerja di kebun sawit di Banjar,” lanjutnya.

Namun di Kota Seribu Sungai itu tak lama. Aziz membeberkan, mereka kabur dari pekerjaannya. Penyebabnya gaji. Gaji dua bulan yang telah dijanjikan tak kunjung dibayarkan.

“Mereka hanya dikasih beras tanpa lauk pauknya,” bebernya.

Mereka pun kembali ke Balikpapan dan tinggal lagi selama seminggu di Pelabuhan Ferry Kariangau. Oleh warga, mereka lalu diarahkan lapor ke aparat keamanan untuk mendapatkan pertolangan.

Laporan tersebut sampai di telinga Aziz pada Sabtu (15/12) lalu. Oleh pihaknya, 18 orang itu lalu diajak di penampungan sementara di RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

Kini, ke- 18 warga Palu itu sudah kembali ke kampung halamannya. Mereka mendapat biaya transportasi gratis dari Dinsos Balikpapan. “Pada Minggunya (16/12) langsung kami pulangkan semuanya ke Palu sekitar jam 11 siang,” pungkasnya.

(jpg/est/JPC)