Berita Terkini
Internasional

Dua Kubu di Yaman Masih Saling Tembakkan Misil

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 22 Desember 2018 13:55 WIB · 2 menit baca
Dua Kubu di Yaman Masih Saling Tembakkan Misil
THE JERUSALEM POST (REUTERS MELAPORKAN BAHWA DUA KUBU MASIH SALING MENEMBAKKAN MISIL PADA SELASA MALAM)

PUBLIKSATU.CO – Kota Hudaidah seharusnya tenang. Bebas pertempuran. Sebab, gencatan senjata di kota pelabuhan tersebut berlaku sejak Selasa (18/12). Sayangnya, seperti yang sudah-sudah, gencatan senjata hanyalah nama. Pertempuran berlanjut. Kini dua kubu mendesak PBB segera mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Hudaidah.

Reuters melaporkan bahwa dua kubu masih saling menembakkan misil pada Selasa malam. Insiden tersebut terjadi sekitar satu jam di perbatasan timur dan selatan Hudaidah. Dua kubu saling menyalahkan soal siapa yang memantik insiden terlebih dahulu.

’’Kami akan tetap menahan diri. Tetapi, hingga kini tidak ada indikasi yang menjanjikan,’’ ujar sumber koalisi.

Dia tidak yakin gencatan senjata akan bertahan. Karena itu, dia mendesak PBB segera mengirim pasukan penjaga perdamaian.

Tanpa pihak ketiga, Hudaidah akan kembali menjadi palagan. Jalur utama perdagangan dan distribusi bantuan dari dan ke kota-kota utama Yaman bakal kembali terputus. ’’Harus cepat. Kalau sampai terlambat, kesepakatan damai yang tercapai di Stockholm akan sia-sia,’’ ujarnya.

Kemarin (19/12) Patrick Cammaert memimpin rapat perdana komite koordinasi pemberangkatan pasukan perdamaian PBB. Dia berkoordinasi dengan dua kubu yang berkonflik di Hudaidah agar menciptakan situasi yang kondusif.

Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) PBB mematangkan pembicaraan mereka tentang mekanisme pengiriman pasukan perdamaian ke Yaman. ’’Kami punya waktu 21 hari untuk mengirim aparat ke Kota Hudaidah serta Pelabuhan Saleef and Ras Isa,’’ ungkap Cammaert.

Meski rapuh, banyak yang menggantungkan harapan kepada gencatan senjata. Salah seorang di antara mereka, Martin Griffiths, utusan khusus PBB yang sudah berbulan-bulan mencoba menghentikan kontak senjata. ’’Ini kali pertama saya melihat langit yang tenang di Hudaidah. Semoga ini bertahan,’’ ujarnya sebagaimana dikutip The National.

Hal senada diucapkan petinggi militer di Yaman. Brigadir Naser Salem Al Radfani, petinggi kelompok militan Southern Public Resistance, optimistis gencatan senjata bertahan.

’’Tentu saja akan berhasil karena Houthi merasa hal ini menyelamatkan mereka. Mereka bisa mengembalikan arus barang tanpa harus melakukan gencatan senjata di daerah lain,’’ ujar Mohammed Hizam, pejabat pemerintah Yaman.

(bil/c4/hep)