Berita Terkini
Olahraga

Kalteng Putra Ingin Datangkan Pelatih Widodo Cahyono Putro

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 25 Desember 2018 20:36 WIB · 2 menit baca
Kalteng Putra Ingin Datangkan Pelatih Widodo Cahyono Putro

PUBLIKSATU, BOLA - Widodo Cahyono Putro menjadi salah satu pelatih yang diincar manajemen Kalteng Putra.

CEO Kalteng Putra Agustiar Sabran tak menampik ketertarikan mendatangkan Widodo. Bahkan, mereka sudah melakukan komunikasi dengan pelatih 48 tahun itu. ”Namun, masih tahap pendekatan (dengan Widodo),” kata Agustiar.

Musim lalu, performa Widodo bersama Bali United lumayan. Total, dia menakhodai 32 laga Bali United. Hasilnya, Widodo mencatatkan 12 kemenangan, sembilan hasil seri dan sebelas kali kalah. Bali United berada di posisi ketujuh sebelum akhirnya dia mundur sebelum pekan ke-33 bergulir.

Widodo merespons ketertarikan Kalteng Putra. Dia hanya menjawab singkat. ”Ya (kalau memang tertarik), enggak apa-apa, silakan saja. Mereka (Kalteng Putra) sudah say hello kok,” kata Widodo kepada Jawa Pos.

Nantinya, Agustiar akan turun tangan untuk pelatih anyar. ”Tim sementara saya ambil alih,” katanya.

Hal itu tak lepas dari dibubarkannya manajemen. ”Sementara saya akan mencari orang-orang (baru) untuk menduduki posisi manajemen musim depan,” tambah Agustiar.

Pembentukan manajemen baru memang sangat dibutuhkan. Sebab, Agustiar ingin agar prestasi Kalteng Putra cukup bagus di Liga 1 musim depan. Nantinya, dia juga akan membentuk tim siluman untuk mengawasi kinerja manajemen anyar. ”Saya ingin berbuat lebih dengan manajemen, pelatih dan pemain yang lebih solid,” jelasnya.

Lantas, bagaimana dengan pelatih saat ini, Kas Hartadi? Pelatih yang membawa Kalteng Putra promosi itu masih terikat kontrak hingga akhir tahun. Tapi, sepertinya, Kas Hartadi tidak akan bertahan di Kalteng Putra untuk musim depan.

Sejatinya, Kas Hartadi masih ingin dipertahankan. Buktinya, manajemen Kalteng Putra sudah menyodori kontrak baru bagi mantan pelatih Persik Kediri itu. Sayangnya, negosiasi kontrak yang melibatkan kedua kubu masih buntu. Dia tak menampik hal itu. ”Kalau masih mentok, berarti ya negosiasi harga memang belum sejalan,” katanya kala dihubungi Jawa Pos. (gus/ham)