Berita Terkini
Nasional

Infeksi Usus Buntu, Seorang Napi di Rutan Batam Meninggal Dunia

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 26 Desember 2018 22:07 WIB · 2 menit baca
Infeksi Usus Buntu, Seorang Napi di Rutan Batam Meninggal Dunia
Suasana rumah duka warga Tionghoa, Batam, tempat jenazah Jony disemayamkan

PUBLIKSATU, Jony Bin Tju Tjiau Bun (26) seorang napi di Rumah Tahanan (Rutan) Batam meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUDEF) Kecamatan Batu Aji, Batam, kemarin (25/12). Kematian Jony itu mengejutkan pihak keluarga yang langsung meminta jenazahnya diotopsi.

Atas permintaan keluarga itulah, proses otopsi langsung dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (Kepri) dini hari tadi (26/12), sekitar pukul 02.00 WIB. Kabid Dokkes Polda Kepulauan Riau (Kepri) Kombespol Djarot Wibowo mengatakan, dari hasil otopsi tersebut diketahui bahwa terdakwa kasus penipuan itu meninggal karena sakit.

"Sakit infeksi usus buntu. Infeksinya menyebar," kata Djarot, Rabu siang (26/12).

Djarot melanjutkan, infeksi usus buntu menjadi satu-satunya alasan meninggalnya Jony. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari hasil otopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Polda Kepri.

Sementara itu ibu korban, Eng Ngo, ketika ditemui di rumah duka warga Tionghoa, Baloi, Batam Centre, Batam mengaku belum menerima hasil otopsi. Eng mengaku tidak puas mendapat kabar anaknya meninggal secara tiba-tiba. Ia menduga Jony meninggal karena penyebab lain.

Apalagi sebelum kabar meninggalnya Jony terdengar keluarga, sempat terjadi pemukulan terhadap ayah Jony. Insiden itu terjadi saat ayahanda Jony menjenguknya ke Rutan Batam pada pertengahan November lalu. Ia mengaku juga sudah melaporkan perkara pemukulan suaminya itu ke Polda Kepri.

Eng juga berterima kasih kepada awak media yang menyampaikan informasi soal hasil otopsi Jony. Saat ini para pelayat masih berdatangan menyampaikan rasa belasungkawa kepada mendiang almarhum.

(bbi/JPC)