Berita Terkini
Nasional

Lima Pendiri Partai Desak Amien Mundur, Elite PAN Ungkit Pileg 2014

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 26 Desember 2018 22:44 WIB · 3 menit baca
Lima Pendiri Partai Desak Amien Mundur, Elite PAN Ungkit Pileg 2014
Amien Rais

PUBLIKSATU, Lima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) mendesak agar Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais mundur dari jabatannya. Permintaan ini dilayangkan mereka melalui surat terbuka.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo menilai jika surat permintaan pengunduran diri tersebut tidak objektif. Bahkan cenderung tidak sesuai dengan yang terjadi. Terutama dengan anggapan Amien bersikap inklusif terhadap partai.

"Surat beliau itu tidak obyektif karena tidak sesuai fakta. Contohnya, pak Amien dituduh sering melakukan manuver politik yang tidak sejalan dengan kelima prinsip tersebut," ujar Dradjad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/12).

Dradjad lantas mengungkit Pileg 2014 di Sulawesi Utara. Di mana Bara Hasibuan yang juga putra dari Albert Hasibuan, gagal lolos Senayan karena hanya memperoleh suara 17.672. Sedangkan Yasti Soepredjo Mokoagow lolos dengan suara 103.801.

Namun, karena Yasti maju sebagai Bupati Bolmang, maka Bara menggantikannya untuk duduk di parlemen. Dan pergantian ini berjalan mulus tanpa muncul konflik.

"Jika pak Amien dan PAN tidak inklusif, tidak terbuka, tidak menghormati persamaan hak warga negara dan hak anggota PAN, apa mungkin pergantian ini mulus? Kurang inklusif bagaimana pak Amien dan PAN?," sambung Dradjad.

Sementara itu, terkait tuduhan Amien bersikap destruktif kepada partai pun dibantah oleh Dradjad. Menurutnya, mantan Ketua Umum PAN itu justru berhasil mendongkrak perolehan suara PAN di Pileg 2014.

"Manuver pak Amien disebut destruktif bagi PAN. Bukti empirisnya apa? Faktanya, dalam Pileg 2014 kursi dan suara PAN naik. Itu tidak lepas dari kerja bang Hatta sebagai Ketum, semua kader dan tentu manuver politik pak Amien," tegasnya.

Lebih lanjut, Dradjad menilai bahwa tuntutan mundur kepada Amien juga dilakukan dengan cara tidak hormat. Seharusnya hal seperti itu disuarakan di Kongres partai.

"Soal tuntutan mundur, posisi dan peran pak Amien itu selalu jelas dan tuntas dalam Kongres, forum tertinggi PAN. Apakah bapak/ibu berlima hendak mengajari juniornya untuk tidak taat kepada keputusan Kongres?," kata Dradjad.

Mantan Anggota DPR RI itu menduga jika surat terbuka tersebut berbau politik. Hal itu tak lepas kekecawan 5 orang ini dengan keputusan PAN mendukung Prabowo ketimbang petahana Jokowi.

"Jika melihat 4 tuduhan pertama terhadap pak Amien, saya meyakini surat itu tidak lepas dari dukungan pak Amien dan PAN ke mas Prabowo, bukan ke pak Jokowi," tandas Dradjad.

Sebelumnya, lima pendiri PAN yakni Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty dan Zumrotin‎ meminta Amien Rais mundur PAN.

"Untuk itu barangkali sudah saatnya Saudara (Amien) mengundurkan diri dari kiprah politik praktis sehari-hari," ujar Goenawan Mohammad dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (26/12).

(sat/JPC)