Pemkab Busel Pastikan Tak Ada Euforia Tahun Baru

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan (Busel) tidak akan menyelenggarakan perayaan seremonial pergantian tahun baru 2019 dengan hura-hura. Malam pergantian tahun justru akan diisi dengan doa bersama. Pemkab menginstruksikan seluruh pemerintah desa/kelurahan untuk menggelar doa bersama.
Asisten I Setkab Busel, LM Muslim Taangi membenarkan hal ini. Kata dia, tak ada penyelenggaraan acara seremonial malam pergantian tahun dengan acara hura-hura.
Dikatakan, hal ini dilakukan karena sejak awal pemerintahan Bupati - Wakil Bupati, Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani sudah berkomitmen tidak menyelenggarakan kegiatan seremonial malam pergantian tahun baru dengan hura-hura.
"Kami tidak menyelenggarakan seremoial euforia perayaan tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena pada saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, Agus Feisal Hidayat dan H La Ode Arusani, mereka sudah punya niat bahwa negeri ini negeri beradat. Dan aplikasinya memang Pemkab Busel tidak sering melakukan kegiatan seremonial pergantian tahun baru masehi," ujarnya dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya belum lama ini.
Dalam usia empat tahun sebagai DOB, Kabupaten Busel masih membutuhkan doa dan ikhtiar untuk perjuangan percepatan pembangunan di segala sektor. Makanya, moment tahun baru 2019, tidak disebut menyambut tahun baru, tapi momentnya dengan topik mensyukuri tahun kerja, tahun 2018 sudah berakhir dengan selamat.
Memasuki tahun kerja tahun 2019. Olehnya itu Pemkab Busel dalam hal ini Plt Bupati Busel H La Ode Arusani mengarahkan kepada seluruh tokoh agama dan tokoh adat di bawah koordinator camat, lurah dan Kades, pada tanggal 31 Desember itu menggelar doa bersama berdasarkan adat dan kebiasaan masing-masing desa/kelurahan.
"Topiknya ada dua, mendoakan pengelolaan pemerintahan 2019 nanti berjalan dengan baik dan mensyukuri tahun kerja 2018 sudah dilaksanakan dengan selamat," katanya.
Muslim menjelaskan, lebih baik duit seremonial perayaan tahun baru dimanfaatkan untuk pembangunan daerah. "Kesadaran masyarakat tidak perlu membuat seremonial cukup kita berdoa di masjid dan di Baruga sesuai dengan kebiasaan yang sudah lama turun temurun terjalin di masyarakat Busel," katanya.
Untuk tingkat Kabupaten Busel tidak menyelenggarakan kegiatan seremonial. Sedangkan para pejabatnya menyesuaikan masing-masing kembali ke desa/kelurahan masing-masing. (aga)