Berita Terkini
Nasional

Warga Bandung Diimbau tak Rayakan Tahun Baru di Atas Flyover

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 26 Desember 2018 22:23 WIB · 2 menit baca
Warga Bandung Diimbau tak Rayakan Tahun Baru di Atas Flyover
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina

PUBLIKSATU, Jelang pergantian Tahun Baru 2019 diterjunkan 1.217 personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah di Bandung. Mereka bertugas dalam Operasi Lilin Lodaya 2018.

Selain mengamankan situasi dan kondisi, mereka juga melakukan pengaturan lalu lintas. Setidaknya ada dua lokasi yang menjadi pusat perhatian keramaian saat malam tahun baru yakni Jalan Asia Afrika dan wilayah Dago.

Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina mengatakan, terkait pengamanan pada tahun baru ini ada beberapa titik yang jadi pusat perhatian. Titik tersebut dipastikan sebagai pusat keramaian masyarakat dalam menyambut malam pergantian tahun.

"Yakni mulai dari Jalan Asia Afrika kemudian Dago itu yang biasa jadi titik pusat keramaian masyarakat. Nanti kami akan gelar personil di sana agar tidak ada kegiatan masyarakat yang menggunakan badan jalan sehingga arus lalin tetap berjalan," kata Agung Reza di Taman Sejarah, Bandung, Rabu (26/12).

Perlu diketahui, selain kepolisian telah menerjunkan ribuan personel, masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang akan berdampak pada lalu lintas. Seperti melakukan aktvitas malam tahun baru di flyover, selain mengganggu ketertiban lalu lintas juga cukup membahayakan.

"Atensi imbauan khususnya masyarakat Bandung ini tidak berdiam diatas flyover karena memang cukup berbahaya. Di sana juga kami akan gelar pagar betis untuk menghalau masyarakat sampai akhir pergantian tahun," ujarnya.

Karena sebagaimana diketahui, flyover Pasupati dan flyover Pelangi atau Antapani ini selalu dijadikan spot untuk merayakan tahun baru. Sehingga pada tahun ini akan diberi pagar betis.

"Masyarakat sengaja berhenti atau berdiam di flyover, itu berbahaya karena jembatan ini untuk perlintasan kendaraan, tonasenya sudah dibatasi, kalau dibiarkan takutnya terjadi stuck, tidak bisa bergerak, dan menimbulkan bahaya lain," jelasnya.

(ona/JPC)