Berita Terkini
Nasional

Lagi, Proyek Irigasi Milik Kementerian PUPR Molor

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 27 Desember 2018 21:34 WIB · 2 menit baca
Lagi, Proyek Irigasi Milik Kementerian PUPR Molor
Kondisi proyek irigasi yang belum rampung sepenuhnya meski telah melewati batas tanggal

PUBLIKSATU, JOMBANG – Proyek pembangunan saluran irigasi Pariterong (Papar – Peterongan) milik Kementerian PUPR kembali molor. Kondisi proyek terlihat belum rampung sepenuhnya meski telah melewati batas tanggal. Sejumlah fasilitas penunjang juga nampak belum dibangun.

Seperti terlihat pada pembangunan Pariterong di Desa Pundong, Kecamatan Diwek, terlihat belum tuntas sepenuhnya. Ratusan U Gutter (saluran cor beton) sudah terlihat terpasang memanjang di lokasi ini.

Namun, eberapa bagian masih bolong-bolong, cor beton belum dipasang. Bagian yang masih bolong ini yang berbatasan langsung dengan akses jalan tani hingga jalan pemukiman milik warga.

Begitupun dengan proses pengurukan tanggul, hingga kemarin prosesnya terlihat juga masih belum rampung sepenuhnya. Beberapa tanah uruk terlihat baru diletakkan, sementara beberapa truk pembawa material tanah uruk juga masih terlihat lalu lalang.

Alat berat beckhoe juga masih terlihat di lokasi. Namun, saat Jawa Pos Radar Jombang menyambangi proyek ini Rabu (26/12) kemarin, tak ada pekerja yang terlihat beraktifitas di lokasi. Baik yang terlihat sedang bekerja maupun di beberapa pos penjagaan.

Menurut warga, pembangunan ini memang terlihat belum sepenuhnya selesai. Dan masih terus dilakukan. ’’Masih berjalan itu Mas, belum selesai semuanya, lha itu jembatannya juga belum. Yang sudah cuma sipon (sungai bawah tanah, Red) untuk saluran irigasi petani saja,” terang Mahmud, 40 warga di lokasi.

Dalam papan proyek yang ditemukan di lokasi, proyek bernama Peningkatan Jaringan Irigasi Peterongan di Mrican Kanan Kabupaten Jombang ini didanai APBN Rp 14 miliar. Dibangun sejak 13 Februari 2018 papan itu menunjukkan jika proses pembangunan harusnya dilakukan 300 hari atau harusnya berakhir pada 10 Desember 2018.

Dengan kembali molornya proyek ini, Proyek irigasi Pariterong bakal kembali tak selesai dibangun meski telah dilakukan sejak 2007 lalu. Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Aribowo, PPK Proyek ini dari BBWS Brantas belum bersedia dikonfirmasi. Beberapa kali panggilan seluler hingga pesan singkat yang dilayangkan tak menuai tanggapan. (*)

(jo/riz/mar/JPR)