Berita Terkini
Olahraga

Ini Tujuh Tim Sepak Bola Indonesia Paling Fenomenal Sepanjang 2018

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 28 Desember 2018 15:51 WIB · 5 menit baca
Ini Tujuh Tim Sepak Bola Indonesia Paling Fenomenal Sepanjang 2018

PUBLIKSATU, BOLA - Meski diterpa isu pengaturan skor, tetapi faktanya klub dan Timnas Indonesia di level kelompok umur cukup menawan di pentas internasional.

Sepak bola Indonesia memang dalam sorotan sepanjang tahun ini. Pelbagai peristiwa terjadi, mulai dari mepetnya jadwal kick-off Liga 1, melejitnya Timnas U-16, hingga Persija Jakarta yang meraih gelar juara Liga 1 2018.

Lantas, tim dan klub mana saja yang paling fenomenal sepanjang tahun ini? Berikut kami sajikan daftarnya:

Persija Jakarta

Sepanjang 2018 boleh dibilang menjadi milik Macan Kemayoran. Tak berlebihan, Persija sukses merengkuh tiga gelar sekaligus termasuk Liga 1 yang sudah dinantikan selama 17 tahun.

Persija mengawali 2018 dengan menjadi kampiun dalam turnamen internasional bertajuk Boost Sportfix Supercup yang dikuti juga Kelantan FA, hingga klub Thailand, Racthaburi FC.

Kejutan berlanjut pada Piala Presiden 2018. Pasukan Stefano Cugurra Teco itu sukses merengkuh gelar setelah menumbangkan Bali United di partai puncak. Tak sampai di situ, mereka juga terus melesat di ajang AFC Cup 2018. Persija menjadi satu-satunya tim Indonesia yang berhasil menembus semifinal zona ASEAN meski harus takluk dari Home United.

Terakhir tentu saja saat menjuarai Liga 1 2018. Persija merengkuhnya pada partai pamungkas dengan menang 2-1 atas Mitra Kukar.

2. Timnas U-16 Indonesia

Timnas U-16 Indonesia mengagumkan sepanjang 2018. Tim besutan Fakhri Husaini tersebut memulai 2018 dengan menjadi juara di Piala AFF U-16 2018.

Amiruddin Bagus Kahfi cs bahkan sama sekali tak terkalahkan dalam turnamen itu. Pada fase grup, mereka menyapu bersih lima pertandingan dengan kemenangan plus mengemas 21 gol dan hanya kebobolan tiga gol.

Pada semifinal, mereka berhasil menuntaskan perlawanan musuh bebuyutan, Malaysia lewat gol semata wayang Bagus Kahfi. Kemudian di partai puncak, Garuda Asia mampu menjinakkan Thailand lewat drama adu penalti.

Penampilan apik Timnas U-16 kemudian berlanjut di Piala Asia U-16. Mereka di luar dugaan sukses melaju hingga babak 8 besar setelah menjadi juara Grup C yang diisi India, Iran, dan Vietnam. Sayang pada partai perempat final, mereka harus takluk tipis 2-3 dari tim kuat Australia.

3. Timnas U-23 Indonesia

Tak mau ketinggalan dari juniornya, Timnas U-23 Indonesia berhasil membuktikan dirinya pada ajang Asian Games 2018. Pasukan besutan Luis Milla itu sudah tampil memukau sejak awal hingga memantik fanatisme para pendukng.

Meski awalnya takluk dari Palestina, mereka berhasil bangkit dan melibas tiga partai lanjutan Grup A dengan kemenangan, yakni kala melawan Laos, Taiwan, serta Hongkong.

Drama terjadi pada babak 16-besar kala bersua Uni Emirat Arab. Mereka dua kali tertinggal via dua gol penalti UEA. Namun Alberto Goncalves dan gol di pengujung pertandingan dari Stefano Lilipaly memaksa laga dilanjutkan via adu penalti.

Sayang, Indonesia kurang beruntung di babak adu penalti. Lima penendang Indonesia, dua di antaranya yakni Septian David Maulana dan Saddil Ramdani gagal, sementara UEA hanya satu yang gagal.

4. Persebaya Surabaya

Sepanjang 2018 juga jadi tahun yang istimewa bagi Persebaya Surabaya. Bajul Ijo, julukannya sukses melepas rindu dengan berkompetisi di Liga 1 2018 dengan status jawara Liga 2 2017.

Sebagai tim promosi, awalnya banyak cobaan menghampiri Persebaya. Namun, perlahan tapi pasti, Persebaya sukses menjadi tim pembunuh berdarah dingin. Catat saja, Persib Bandung dibantai 4-1, Persija dan PSM digunduli tiga gol tak berbalas, hingga Bali United yang dicukur 5-2.

Siapa sangka, bersama Djadjang Nurdjaman perlahan Bajul Ijo melesat tinggi. Pada pekan pamungkas, mereka sukses memastikan diri sebagai tim yang duduk di urutan kelima klasemen.

5. PSS Sleman

PSS Sleman sudah sejak lama mengidam-idamkan mimpi untuk main di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Mimpi itu kemudian sukses terwujud pada 2018 setelah menjadi jawara Liga 2 2018.

Perjalanan tim berjuluk Elang Jawa itu juga istimewa. Pada penyisihan zona Timur, mereka berhasil jadi yang teratas dengan mengumpulkan 43 poin dari 22 pertandingan. Tak sampai di situ, PSS juga menjadi juara Grup B dalam babak delapan besar dan lolos ke semifinal.

Pada babak empat besar, PSS dengan meyakinkan menang 2-0 atas Kalteng Putra dan lolos ke final. Dalam partai puncak, Elang Jawa menuntaskan perlawanan Semen Padang berkat gol Cristian Gonzales dan Rifal Lastori.

6. Semen Padang

Demikian pula dengan Semen Padang. Skuad besutan Syafrianto Rusli tampil fenomenal sepanjang 2018. Degradasi pada 2017, Semen Padang tampaknya tak betah dan ogah berlama-lama di Liga 2.

Kabau Sirah tercatat hanya mengalami 5 kekalahan dari total 31 pertandingan yang dijalani sepanjang Liga 2 hingga mencapai partai puncak. Bila PSS memimpin zona timur, Semen Padang jadi yang terbaik di zona barat serta jadi jawara Grup A.

Sempat kalah dari Persita Tangerang pada leg pertama semifinal, Semen Padang bangkit dan menang 3-1 kala bertanding di Stadion H Agus Salim. Sayang di final, mereka kalah dari PSS. Tapi, tetap saja, tiket ke final memastikan Semen Padang kembali mentas di Liga 1 2019.

7. Kalteng Putra

Sejak muncul di persepakbolaan Indonesia, Kalteng Putra memang sudah serius untuk segera promosi. Mereka sempat merekrut beberapa mantan penggawa Timnas Indonesia, salah satunya Budi Sudarsono.

Penantian Kalteng Putra akhirnya terwujud pada 2018 ini. Namun, perjalanan mereka ke Liga 1 2019 tak semulus PSS dan Semen Padang. Laskar Isen Mulang finis di urutan kedua zona timur. Demikian pula pada babak 8-besar, mereka hanya menjadi runner-up Grup A di bawah Semen Padang.

Pasukan Kas Hartadi juga tak berkutik ketika berhadapan dengan PSS di semifinal. Pada leg pertama mereka hanya main imbang tanpa gol dan ketika pada pertemuan kedua takluk 0-2. Namun, perjuangan mereka tak berhenti. Pada perebutan satu tiket tersisa ke Liga 1, Kalteng Putra menunjukkan kelasnya dengan menang 2-0 atas Persita Tangerang dalam perebutan peringkat ketiga. (ies/JPC)