Peduli Tsunami Banten, Mahasiswa ISI Gelar Aksi Teatrikal

PUBLIKSATU, SOLO – Tsunami yang melanda Selat Sunda dan berdampak terhadap warga Banten serta Lampung menggugah perhatian banyak pihak. Diantaranya aktivis Komunikotavisual. Menggandeng seniman asal Aceh yang kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, mereka menggelar teatrikal dan penggalangan dana di halaman Pasar Gede kemarin (27/12).
Founder Komunikotavisual Basnindar mengatakan, teatrikal selama 30 menit itu merupakan bentuk visual rasa duka warga yang terdampak tsunami di Banten dan Lampung. “Kami ingin menggambarkan suasana duka yang ada di sana dalam bentuk karya seni,” paparnya.
Dengan begitu diharapkan dapat lebih menggugah simpati dan empati seluruh elemen warga Kota Solo untuk membantu mereka yang terkena tsunami.
“Rencanaya bentuk bantuan berupa uang sehingga mudah disalurkan dan lebih fleksibel, karena kita tidak tahu pasti barang apa yang sebenarnya dibutuhkan di sana,” ungkap dia.
Salah seorang seniman Rasidin menjelaskan, sebelum di Solo, dia dan teman-temannya juga menggelar teatrikal di Jogjakarta. “Kalau di sini (Kota Solo, Red) kita pakai media cat tembok. Waktu di Jogja kita pakai media lumpur,” jelasnya.
Teatrikal tersebut, imbuh Rasidin, juga digelar untuk memperingati 14 tahun tsunami di Aceh.
“Kita juga pernah merasakan menjadi korban. Bagaimana dukanya, bagaimana ketakutannya campur aduk. Untuk itu, kita sama-sama berdoa agar para korban dapat segera bangkit dari keterpurukan,” tegas dia. (atn/wa)
(rs/atn/per/JPR)