Ira Koesno Jadi Moderator Debat Pilpres, Andi Arief: Dia Pernah tidak Adil

PUBLIKSATU, Terpilihnya Ira Koesno sebagai moderator debat pertama Pilpres 2019 nyatanya tidak disambut baik oleh seluruh pihak. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief bahkan mengaku kaget atas keputusan ini.
Andi lantas mengungkit peran Ira saat menjadi moderator debat Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurutnya pada saat itu, Ira dianggap telah berlaku tidak adil kepada salah satu pasangan calon.
"Ira Koesno pernah berlaku tidak adil saat debat Pilkada Jakarta. Dia melakukan apa yang bukan tugasnya sebagai moderator, Dia seperti ditugaskan untuk memberi kesan negatif pada salah satu paslon," ujar Andi saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (29/12).
Namun, saat didalami ketidakadilan yang dimaksud, sampai saat ini Andi belum memberikan jawaban. Hanya saja jika ditelisik ke belakang, kala Ira menjadi moderator debat Pilkada DKI Jakarta, dia sempat menyalami ketiga paslon yang ada. Tapi saat bersalaman dengan calon nomor urut 01, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dia sempat berujar jika tangan putra SBY itu paling dingin di antara 3 paslon tersebut.
Alasan lain pun dimiliki oleh Andi. Yaitu menurut sepengetahuannya, jika Ira terlibat sebagai konsultan proyek pencitraan pemerintah. Hal ini dianggap berbahaya bagi Andi jika Ira nantinya memimpin debat.
"Saya dengar beberapa project pencitraan beberapa lembaga pemerintah dia konsultannya. Kalau benar maka sulit bagi Ira Koesno untuk tidak memihak," tegasnya.
Oleh sebab itu, anak buah SBY itu meminta Ira menjelaskan hal ini kepada publik. Jika tidak, maka Andi meminta agar moderator debat diganti.
"Ira Koesno harus menjelaskan soal ini dan Jujur. Kalau tidak menjelaskan Saya mengusulkan Ira Kusno diganti, kita cari yang tak pernah ada cacat dalam menjadi moderator dan tidak ada conflic of interest," pungkas Andi.
(sat/JPC)