Berita Terkini
Butur

KALEIDOSKOP KABUPATEN BUTON UTARA 2018

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 29 Desember 2018 15:07 WIB · 14 menit baca
KALEIDOSKOP KABUPATEN BUTON UTARA 2018
Bupati Butur Abu Hasan saat menerima penghargaan dari Kemenkeu diserahkan oleh Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan provinsi Sultra, Ririn Kadariyah

- Raih WTP, Pemda Butur Terima Penghargaan dari Kemenkeu

Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima penghargaan dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu) RI karena sukses meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2017.

Penyerahan penghaargaan itu diberikan melalui Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jendral (Ditjen) Perbendaharaan provinsi Sultra, Ririn Kadariyah kepada Bupati Butur, Abu Hasan di Aula BPPEDA setempat, Senin (26/11/2018).

Pada kesempatannya, Bupati Butur mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kesungguhan dan kerja keras seluruh stakeholder dalam menunaikan tugasnya. Menurutnya, ke depan tak ada lagi pilihan lain, selain mempertahankan prestasi yang telah sukses diraih itu.

“Kerja keras ini tidak boleh kita hentikan. Sekarang maupun ke depan kita harus bekerja keras, karena kalau kerja keras dan sungguh-sungguh ini kita hentikan, maka prestasi yang kita sudah capai, ini hanya akan menjadi mitos di masa depan,” tuturnya. (****)

- APBD 2019 Butur Disetujui dengan Catatan

Tiga Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara telah menyetujui rancangan peraturan daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019 sebesar Rp 652 miliar. Namun DPRD juga memberikan sejumlah catatan yang menjadi bahan masukan kepada pihak eksekutif.

Hal itu disampaikan dalam pandangan akhir fraksi yang dibacakan oleh sekretaris gabungan komisi DPRD Butur, La Ode Asri Aziz dalam sidang Paripurna yang digelar hari Jumat (30/11/2018) kemarin.

Fraksi Amanat Rakyat mengharapkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) intens melakukan koordinasi dan konsultasi bersama legislatif terhadap keluhan-keluhan program pembangunan untuk memaksimalkan penganggaran dan program prioritas, serta menghasilkan kinerja yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara Fraksi Rakyat Bersatu menaruh harapan agar setiap OPD dalam mengelola APBD hendaknya mengacu pada prinsip efisiensi, efeksifitas dan disipilin anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran. Selain itu, penggalian potensi PAD, juga perlu dimaksimalkan, antaralain pada sektor UKM, ekonomi kreatif, dan BUMD. (****)

- Sedang Mandi di Kali, Pria di Butur Digigit Buaya

Tanggal 27 November 2018 bakal menjadi hari yang tak terlupakan bagi Maeze, warga Desa Ronta Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara (Butur).

Nyawanya nyaris saja melayang. Setelah seekor buaya mengigit tubuhnya saat sedang mandi di Kali Ronta. Namun pria paruh baya itu berhasil lepas dari cengkraman setelah melawan satwa liar itu.

Peristiwa nahas itu terjadi menjelang magrib. Saat itu pria paruh baya itu baru saja pulang dari kebunya. Saban hari Kali Ronta memang menjadi lokasi perlintasan Maeze dari rumah ke kebun begitu juga sebaliknya. Nah sore kemarin sebelum kembali ke rumah Maeze menyempatkan mandi di kali dan saat itulah buaya menerkam tubuh pria berusia 57 tahun itu.

Sedang Mandi di Kali, Pria di Butur Ini Digigit Buaya“Ada warga Abdul Kadir, yang mendengar teriakan minta tolong dari arah sungai. Dia pun bergegas mengambil senter dan langsung berlari menuju sungai. Setelah sampai di sungai saksi melihat korban Maeze sudah di gigit buaya dan melihat korban naik serta terbaring di perahu yang ada di sungai tersebut. Kemudian saksi bersama warga membawa korban ke rumahnya,” kata Kapolsek Bonegunu Ipda Sunarton kepada Zonasultra.com Rabu siang tadi.(****)

- Jalan Poros Ereke-Baubau: Panas Berdebu, Hujan Berlumpur

Kondisi jalan provinsi yang menghubungkan Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur) dan Kota Baubau, Sulawesi Tanggara masih memprihatinkan. Pasalnya, beberapa titik di jalur tersebut tak kunjung dibenahi.

Berdasarkan pantauan media dalam beberapa bulan terakhir, ketika musim hujan, sejumlah ruas jalan menjadi licin dan berlumpur. Pengendara yang melintas harus berhati-hati karena medannya cukup berbahaya.

Begitu pun sebaliknya. Saat musim kemarau datang, jalan rusak yang semula licin dan berlumpur menyisakan gelombang disertai debu dan berlubang. Jalan aspal yang sudah terkupas, juga ikut berdebu.

Pengguna jalan kerap dibuat tidak nyaman karena banyaknya debu di jalanan. Tidak terkecuali warga Butur yang bermukim di pinggir jalan, seperti di wilayah Kecamatan Kulisusu Barat, Bonegunu dan Kambowa juga ikut terdampak jalan berdebu. (****)

- Pasca Evaluasi Kinerja, OPD di Butur Wajib Berbenah

Bupati Buton Utara (Butur) Sulawesi Tengggara, Abu Hasan telah mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah itu dengan meminta pemaparan Laporan Hasil Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (LKjIP) tahun 2017 dari masing-masing pimpinan OPD, Senin (22/10/2018).

Melalui paparan kinerja ini, Bupati Butur menilai sampai sejauh mana kemampuan kepala OPD dalam menerjamahkan visi-misi bupati yang diwujudkan melalui sasaran strategis OPD, sebagai indikator kinerja utama, serta program dan kegiatan yang mendukung pencapaian visi dan misi.

Asisten Administrasi Umum Pemkab Butur Zunaini mengatakan, pemaparan itu dilakukan agar ke depan semua kepala OPD benar-benar terlibat secara langsung dalam semua bentuk kegiatan penyusunan perencanaan, pengukuran kinerja, evaluasi capaian kinerja serta pelaporan kinerja OPD.

“Hal ini penting dilakukan mengingat nilai SAKIP Pemerintah Kabupaten Buton Utara selama ini sangat rendah dan selama tiga tahun berturut-turut (2013-2015), nilai SAKIP berada pada nilai D, sedangkan tahun 2016 bernilai C,” ungkap Zunaini dalam rilis yang diterima zonasultra.com, Jumat (26/10/2018). (****)

- Butur Kirim Tiga Truk Logistik untuk Korban Bencana Sulteng

Pemerintah Kabupaten Buton Utara (Butur) mengirim bantuan berupa sandang dan pangan untuk para korban gempa bumi, dan tsunami di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Sebanyak tiga truk, berisi logistik diberangkatkan, dari pelataran Rujab Bupati Butur, Jumat (12/10/2018).

Proses pengangkutan logistik menuju kota Kendari, untuk selanjutnya didistribusikan ke Palu, Sulawessi Tengah.

Sekretaris Daerah Butur, Muhammad Yasin, menuturkan, pemberian bantuan tersebut, sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana alam. Dengan harapan, bisa membantu meringankan kesulitan para korban, khususnya sandang dan pangan.

“Kita berharap, seluruh bantuan yang disalurkan tersebut tepat sasaran,” tutur Muhammad Yasin. (****)

- Rancangan KUA PPAS Perubahan, Sejumlah Item Alami Penyesuaian

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Utara (Butur) kembali menggelar Rapat Paripurna, dengan agenda penyerahan dokumen sekaligus penjelasan Bupati Butur tentang rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) perubahan APBD tahun 2018, di Gedung DPRD setempat, Rabu (26/9/2018).

Dokumen diserahkan Bupati Butur Abu Hasan, dan diterima Ketua DPRD Muhammad Rukman Basri.

Dalam kesempatan itu Abu Hasan mengungkapkan apresiasinya kepada Ketua, para wakil ketua, dan anggota DPRD setempat, atas kesediaan untuk membahas lebih lanjut. Di mana, rancangan KUA dan PPAS tersebut, menjadi dasar penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan di Butur tahun anggaran 2018.

Pada pelaksanaan APBD hingga pertengahan tahun 2018, lanjutnya, telah terjadi sejumlah perubahan pada kebijakan umum APBD. Beberapa diantaranya yakni, adanya penyesuaian terhadap dana-dana transfer dari Pemprov Sultra, seperti dana bagi hasil pajak. (****)

- Pemkab Butur Terus Upayakan Pembentukan Polres, Kodim dan Kejari

Kabupaten Buton Utara sudah 11 tahun terbentuk sebagai daerah otonomi baru di Sulawesi Tenggara, sejak dimekarkan dari Kabupaten Muna, tahun 2007 lalu. Namun, sejumlah instansi seperti Polres, Kodim, dan Kejari belum juga terbentuk di daerah itu.

Pemkab Butur tentu tidak tinggal diam. Sejumlah upaya sudah dilakukan, mulai dari penyediaan lahan untuk rencana pembangunan kantor, hingga persiapan gedung sementara juga telah disiapkan.

Bupati Butur Abu Hasan menuturkan, dari tiga instansi yang diusulkan, pihaknya sudah mendapat respon positif. Belum lama ini, lanjutnya, lahan yang disiapkan untuk Polres, Kodim, dan Kejari, sudah ditinjau oleh masing-masing instansi terkait.

Selain ketiga instansi itu, pihaknya juga kini tengah menyusun rencana pembangunan pengadilan dan rumah tahanan. Pasalnya, kedua lembaga ini harus terbentuk berbarengan dengan hadirnya Kejari di Butur.(****)

- Tim Monev KPK Prihatin Kondisi Jalan di Butur

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terkait progres rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak terkecuali di Kabupaten Buton Utara (Butur).

Saat kunjungannya di Butur, Kamis (20/9/2018), tim pencegahan dari lembaga anti rasuah itu masuk melalui jalur darat. Mereka pun sempat menyaksikan langsung kondisi sebagian ruas jalan yang masih mengalami kerusakan dan berlubang.

Koordinator Korsubgah Wilayah Sultra, Hery Nurudin, mengaku prihatin dengan kerusakan jalan tersebut.

“Memang kondisi jalan memprihatinkan,” ungkap Hery, usai pertemuan bersama Bupati bersama sejumlah OPD, di Sekretariat Daerah Butur. (****)

- Temukan Pabrik Miras, Polsek Kulisusu Amankan Empat Drum Kameko

Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) atau Operasi Cipta Kondisi (cipkon) jajaran Polsek Kulisusu membuahkan hasil. Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali itu menemukan sebuah tempat penyulingan arak (miras tradisional) di Desa Eelahaji, Senin (10/9/2018).

Tempat penyulingan tersebut, terletak di seputaran pendakian Kabatengka, Desa Eelahaji. Di lokasi itu, polisi mendapati empat drum plastik berisi sekitar 800 liter Kameko (bahan baku pembuatan arak). Kemudian, dua buah Panci ukuran 40 liter, dua buah Kompor Hock 24 sumbu dan tiga pipa penyulingan.

Ahali mengatakan bahwa pabrik arak itu merupakan milik Bainuddin (60), salah satu warga di Desa Eelahaji. Berdasarkan pengakuan pemilik, lanjut Ahali, penyulingan arak ini sudah beroperasi sekitar satu tahun. Miras hasil olahannya itu, kemudian dijual ke konsumen dengan harga Rp. 350.000 per jerigen ukuran 20 liter.

“Pemilik penyulingan arak menjelaskan bahwa melakukan penyulingan arak sejak bulan September tahun 2017 hingga sekarang,” ungkap Ahali. (****)

- Diduga Depresi, Wanita di Butur Ditemukan Tewas Gantung Diri

Wa Sari (43), warga Desa Rombo, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tewas gantung diri di pohon jambu mente, Kamis (6/9/2018). Korban mengakhiri hidupnya karena diduga depresi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Kapolsek Kulisusu Kompol Ahali menjelaskan, korban pertama kali dilihat oleh Disman (12), salah seorang warga setempat. Saat itu, Disman sedang mandi di sumur, tanpa sengaja melihat orang dengan posisi tergantung pada batang pohon jambu mente. Kemudian, Disman yang masih duduk di bangku SD itu langsung memberitahukan kepada warga lainnya, Yasmin. Setelah itu, Disman lalu berangkat ke sekolah.

Selanjutnya, Yasmin pun memberitahukan kepada kepala kampung, orang tuanya dan warga setempat. “Atas informasi tersebut sehingga masyarakat menuju TKP dan langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kulisusu,” terang Kompol Ahali, Jumat (7/9/2018).

Polisi bergerak cepat. Kapolsek Kulisusu bersama anggota langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Kemudian, mengantar jenazah ke RSUD Butur untuk dilakukan pemeriksaan luar, serta melakukan penyelidikan. (****)

- Penyidikan SPPD Fiktif Butur, Empat SKPD Kembalikan Kerugian Negara

Kasus dugaan penyalahgunaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) tahun 2012-2014 lalu masih terus berproses di Subdit III Tipikor Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Meski sudah dalam tahap penyidikan, namun kasus ini belum juga memiliki tersangka sama sekali.

Kasubbid Penmas Polda Sultra Kompol Agus membenarkan informasi tersebut. Kata dia, proses penyidikan kasus ini memang belum dihentikan, meski sudah lama berproses di Polda dan belum ada tersangka karena ada pertimbangan tertentu dari penyidik.

Kasubbid Penmas Polda Sultra Kompol Agus Mulyadi

Kompol Agus Mulyadi. “Kalau kasus korupsi memang lama prosesnya. Kita tunggu saja hasil kerja penyidik,” ujar Agus di Kendari, Kamis (6/9/2018).

Berdasarkan data Subdit III Tipikor, sudah ada empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengembalikan kerugian Negara akibat kasus ini ke kas daerah. Pengembalian kerugian Negara itu dilakukan setelah ada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).(****)

- Kajagung dan Seskab RI Tinjau Kesiapan Pembentukan Kejari Butur

Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Sekretariat Kabinet (Seskab) RI meninjau kesiapan pembentukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara, Rabu (5/9/2018).

Setibanya di Butur, rombongan ini menggelar pertemuan dengan jajaran Pemerintah Daerah setempat, di Aula Bappeda.

Kepala Bagian (Kabag) Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kejagung RI, Eko Siwi Iriani menyampaikan bahwa kunjungan mereka itu merupakan tindak lanjut dari surat Bupati Butur, Abu Hasan tanggal 11 September 2017 lalu terkait permintaan pembentukan organsisasi Kejaksaan di daerahnya.

“Kami ditugaskan pimpinan untuk turun ke lapangan, melakukan studi kelayakan. Nanti setelah ini kami sampaikan ke pimpinan. Apakah ini layak atau tidak untuk dibentuk Kejaksaan Negeri,” kata Eko Siwi Iriani dalam pertemuan itu.(****)

- Setda Butur Berlakukan Absen Finger Print

Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memberlakukan absen menggunakan finger print (sensor sidik jari).

Sekretaris Daerah kabupaten Butur Muh Yasin menuturkan, absen sidik jari itu baru terapkan sekitar awal bulan ini.

Kata dia, absen dengan cara elektronik tidak hanya diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja, namun juga menyasar Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Butur itu menambahkan, penerapan absen sidik jari ini merupakan bagian dari upaya penegakan disiplin pegawai. Khususnya pada aspek kehadiran.

“Absensi sidik jari ini diprogram sesuai jam masuk kantor dan jam pulang kantor,” ungkapnya, di Kantor Sekretariat Daerah Butur, Selasa (31/7/2018).(****)

- Mentan Siap Bantu Pengembangan Padi Organik Butur hingga 5000 Hektar

Pengembangan pertanian organik di Kabupaten Buton Utara (butur) kini telah berhasil mencuri perhatian pemerintah pusat. Kementerian Pertanian Republik Indonesia, tak hanya sekedar melirik, tetapi sudah komitmen memberikan dukungannya untuk pengembangan lebih lanjut.

Hal itu dibuktikan oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman berkunjung langsung di Kabupaten Butur, tepatnya di Desa Dampala Jaya Kecamatan Kulisusu Barat, Kamis (26/7/2018). Desa percontohan pengembangan pertanian organik terpadu di Butur.

Dalam kesempatan itu Amran mengecek sejumlah bantuan yang telah dikucurkan sebelumnya. Selain itu ia juga berdialog dengan warga yang bekerja sebagai petani.

Hasilnya, respon Mentan rupanya sejalan dengan harapan para petani. Pihaknya siap, memberi dukungan penuh atas program prioritas pemda Butur yang telah dicanangkan sejak tahun 2017 itu, yakni Pertanian organik.

“Kami akan beri bantuan sampai 5000 Hektar. Kami kirim bantuan alat mesin pertanian. Ini yang bisa mensejahterakan masyarakat yang pra sejahtera,” ungkap Amran Sulaiman kepada sejumlah wartawan, usai penyerahan bantuan secara simbolis dan penyampaian arahan. (****)

- Diterjang Banjir, Jalan Poros Waode Buri-Labuan Macet

Tingginya curah hujan menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Buton Utara dilanda banjir, Senin (2/7/2018). Akibatnya, salah satu ruas jalan di poros Waode Buri-Labuan terendam banjir.

Banjir tersebut merendam dua gorong-gorong di wilayah desa Torombia Kecamatan Kulisusu Utara. Pengendara roda dua dan empat yang melintas pun sempat terhenti selama beberapa jam, dan akhirnya bisa melanjutkan perjalanan setelah banjir mulai surut.

“Sekitar 4 jam kendaraan baru bisa menyeberang, baik yang akan menuju Labuan maupun kembali ke Ereke,” ungkap Rajab, salah seorang warga Butur.(****)

- Abu Hasan: 11 Tahun Butur Harus Jadi Momentum Perenungan

Kabupaten Buton Utara (Butur) sebagai daerah otonomi baru kini sudah memasuki tahun ke-11 pada Senin (2/7/2018) besok. Di momentum ini, Bupati Butur Abu Hasan mengingatkan kepada semua lapisan masyarakat dan jajarannya untuk melakukan introspeksi diri serta merenungi apa yang telah diperbuat untuk kemajuan daerah selama kurun waktu 11 tahun.

“Saya berharap ini bukan hanya sekedar refleksi 11 tahun, tetapi momentum ini kita jadikan untuk melakukan perenungan, muhasabah,” tutur Abu Hasan pada dialog refleksi 11 tahun Butur, di Gedung Aula Bappeda, Minggu (1/7/2018).

Sejak dimekarkan dari kabupaten induknya, Muna tahun 2007 silam, Butur sudah mengatur progres pembangunannya secara mandiri. Terkait dengan pesat dan lambannya, tentu kembali pada seberapa besar kepedulian masyarakat dan seluruh unsur pemerintah di dalamnya.

“Sekarang giliran kita untuk mengelola daerah. Daerah ini harus dibangun dengan obsesi, ide, dan gagasan,” ujarnya.(****)

- Diguyur Hujan, 60 Rumah di Butur Terendam Banjir

Tingginya curah hujan yang mengguyur Kabupaten Buton Utara membuat sungai di wilayah tersebut meluap. Akibatnya, 60 rumah di Desa Wantulasi Kecamatan Wakorumba Utara (Wakorut) terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Butur Yurif Halir mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat 22/6/2018 sekitar pukul 15.00 Wita. Di mana, air yang berasal dari bagian hulu, tepat di belakang dan melalui Desa Wantulasi meluap, sehingga menyebabkan terjadinya banjir.

Tak haya merendam rumah, luapan sungai itu juga menyeret satu orang warga setempat. “Warga yang terseret banjir telah dapat diselamatkan,” ungkap Yurif kepada Zonasultra.com, Sabtu (23/6/2018). (****)

- Banjir, Puluhan Rumah di Butur Tenggelam

Dua Desa di Kabupaten Buton Utara (Butur) dilanda banjir, Jumat (25/5/3018). Kondisi ini akibat tingginya curah hujan di wilayah Butur), sehingga mengakibatkan puluhan rumah di daerah tersebut kembali terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Butur Yurif Halir mengatakan, setidaknya dua desa di daerah tersebut, yakni Lapandewa Kecamatan Kulisusu Barat dan Wacu Laea Kecamatan Kulisusu, terkena dampak dari tingginya curah hujan. Akibatnya, puluhan rumah di wilayah tersebut tenggelam.

“Ketinggian air satu setengah meter, puluhan rumah tenggelam,” ugkap Yurif kepada Zonasultra.com, Jumat (25/5/2018) malam.

Usai mendapat informasi terkait bencana dari pemerintah desa setempat, lanjut Yurif, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi. (****)

- Bupati Butur Sambut Hangat Kedatangan Syeh Dari Palestina

Setelah menyambangi sejumlah daerah di wilayah Sulawesi Tenggara, Syeh Ra’id Ratid Jarot bersama rombongan, kini tiba di Kabupaten Buton Utara (Butur), Rabu (23/5/2018).

Mendapat kunjungan dari Palestina, Bupati Butur Abu Hasan mengungkapkan rasa bahagia. Menurut dia, negara tersebut menyisakan berbagai kisah penting, dalam perjalanan sejarah umat muslim.

“Saya merasa bahagia mendapat kunjungan saudara saya, syeh Ra’id Ratid Jarot, di butur,” tuturnya, saat menerima rombongan di kantornya, Rabu (23/5/2018).

Di sisi lain, Abu Hasan juga mengaku prihatin atas derita yang dialami warga palestina. Sehingga, pihaknya akan berupaya untuk turut meringankan beban, dengan memberikan donasi. (****)