Berita Terkini
Busel

Kapal Minyak Kandas di Batauga, Laut Tercemar

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 29 Desember 2018 15:19 WIB · 2 menit baca
Kapal Minyak Kandas di Batauga, Laut Tercemar
Kapal tongkang kandas dan karam di Kecamatan Batauga dengan muatan minyak kelapa sawit mentah

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kapal jenis tongkang dan tugboat TT lima tujuh milik perusahaan PT Kebari Medan Tegara karam di perairan Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Buton Selatan sejak Selasa (25/12).

Penyebabnya, kapal pengangkut minyak mentah kelapa sawit itu mengalami kerusakan mesin. Akibatnya, muatan minyak kelapa sawit tumpah di perairan Kelurahan Majapahit dan Desa Lampanairi, Jumat (28/12).

Kapolsek Batauga, AKP Sugiri membenarkan peristiwa tersebut. Kata dia, dapal itu karam Selasa (25/12), sekitar pukul 08.00 Wita.

Kapal itu berlayar dari Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah menuju Tarjun Kalimantan Selatan. Kapal naas itu sudah berjalan sembilan hari, memuat minyak mentah kelapa sawit dengan ABK 14 orang.

Lanjut dia, penyebab karamnya akibat mesin tugboat rusak. Pada Jumat (28/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 Wita, hujan disertai angin kencang dan gelombang laut yang tinggi mengakibatkan kapal tugboat juga ikut karam.

"Awalnya mesin rusak, kapal terapung terombang-ambing dibawa arus hingga kapal tongkangnya karam di perairan. Sedangkan kapal tugboatnya nanti tadi malam (Jumat dini hari, red), sekitar jam 02.00 Wita juga nyaris tenggelam. Bagian belakang sudah masuk air, hanya kelihatan bagian depanya saja," katanya

Kapal itu bermuatan minyak mentah kelapa sawit, sebanyak 3700680 metriks ton. Sebagian sudah tumpah mencemari perairan Kelurahan Majapahit dan Desa Lampairi. Minyak kental berwarna kuning itu sudah sampai di tepi pantai.

-

Kapal tongkang kandas dan karam di Kecamatan Batauga dengan muatan minyak kelapa sawit mentah

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Nahkoda kapal, Sugut (33), berasal dari Madiun, Jawa Timur. Sedangkan

Kepala Kamar, Anang Sulistiono (42), asal Blitar. Para ABK kapal itu dievakuasi tim gabungan Pos Sar Baubau, BPBD, Brimob Batauga dan Sahbandar, sekitar pukul 07.00 Wita hingga 08.00 Wita, Jumat (28/12).

"Dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa. Para ABK hanya dapat menyelematkan barang berharga mereka. Kerugian ditaksir miliaran rupiah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Busel, La Ode Harwanto mengatakan, pihaknya sudah selesai mengevakuasi 14 awak dan ABK kapal dalam keadaan selamat semua.

"Penyebabnya rusak mesin. Kemudian gelombang pasang. Mereka itu terapung terombang ambing gelombang sehingga karam menabrak karang di perairan Kelurahan Majapahit," katanya.

Kata dia, kapal itu sudah terdampar selama tiga hari. Tadi malam puncaknya akibat gelombang pasang, sejumlah muatannya tumpah ke laut.

Lanjut Harwanto, seluruh ABK sudah dievakuasi, dan sementara menginap di rumah imam masjid Kelurahan Majapahit. Mereka nantinya akan dievakuasi ke Baubau, namun pihaknya masih menunggu petunjuk.

"Mereka para awak kapal juga masih konfirmasi ke pihak perusahaan mereka kerja," katanya. (aga)