Berita Terkini
Busel

Ini Pengakuan Nahkoda Kapal Minyak yang Kandas di Perairan Batauga

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 31 Desember 2018 13:47 WIB · 3 menit baca
Ini Pengakuan Nahkoda Kapal Minyak yang Kandas di Perairan Batauga
Kapal tongkang kandas dan karam di Kecamatan Batauga dengan muatan minyak kelapa sawit mentah

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kapal jenis tongkang dan tugboat TT 57 milik perusahaan PT Sibarima Jaya Sikara kandas di perairan perbatasan Desa Lampainairi dan Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Selasa (26/12) lalu. Kapal naas ini berlayar dari Poso Sulawesi Tengah (Sulteng) menuju Tarjun Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kapal naas itu mengangkut minyak kelapa sawit mentah milik PT Kebari Medan Tegara. Sebelum kandas, kapal itu mengalami kerusakan mesin dan kandas sEtelah menabrak karang.

Puncaknya, pada Jumat (28/12), kapal dalam kondisi kandas kembali diterjang angin kencang dan gelombang pasang. Akibatnya, muatan berupa minyak kelapa sawit mentah tumpah dan mencemari laut sekitar.

Nakhoda Tugboat TT 57, Sugut (33) menjelaskan, sekitar tanggal 24 Desember dalam perjalanan di perairan Pulau Buton pihaknya dihantam cuaca buruk. Pihaknya mengambil keputusan untuk berlindung di Pulau Siompu. Pada tanggal 26 Desember malam masih berlindung di perairan Pulau Siompu.

Pada tanggal 27 Desember dini hari, sekitar pukul 02.30 terjadi angin kencang disertai gelombang, pihaknya memutuskan untuk berlabuh di perairan Siompu, namun jangkar tak mampu menahan terjangan angin dan ombak, hingga kapal terbawa arus dan labuh putus.

Saat labuh putus, Tugboat TT 57 yang dikemudikannya berupaya menarik tongkang agar tidak kandas dan mencari tempat yang aman. Namun, lagi-lagi masalah muncul. Tiba-tiba mesin Tugboat mati. "KKM sudah memeriksa mesin namun tidak bisa tidak tau penyakitnya apa," katanya.

Dalam kondisi itu, tongkang dan tugboat terus terbawa arus hingga terdampar di perairan perbatasan Desa Lampainairi dan Kelurahan Majapahit.

Masih ditanggal yang sama (27/12), malam, terjadi angin kecang dan ombak besar sekitar lima meter. Tugboat dan tongkang terbawa arus ke arah pantai dan kena benturan karang. Akibat benturan itu, tugboat dan tongkang mengalami kebocoran.

Kata Sugut, tongkang megalami kebocoran pada lambung kanan. Sementara tugboat kapal belum diketahui apa penyebabnya sehingga bisa tenggelam. Sesaat tugboat TT 57 akan tenggelam, pihaknya memerintahkan seluruh ABK yang berjumlah 14 orang untuk pindah ke tongkang.

Sekitar pukul 05.45 Wita, awak kapal dievakuasi oleh tim Basarnas Baubau. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut.

Gugut juga mengatakan, di dalam kapal tongkang minyak kelapa sawit (CPO) dengan total muatan sekitar 3700680 ton. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan pihak perusahaan pemilik minyak dan pihak kapal. Saat ini sementara menuju lokasi.

Diperkirakan tiba di Tarjun tanggal 29 Desember. Berhubung cuaca buruk, pelayaran pihaknya merupakan pelayaran perdana. Pihaknya hendak mencari jalur aman. Perjalanan sudah sembilan hari atau tanggal 15 hari.

Lanjut dia, semua persoalan ini pihaknya menyerakan sepenuhnya kepada perusahaan. Untuk minyak yang tumpah itu baru sebagian kecilnya akibat kebocoran pada lambung kanan.

"Kita tidak bisa memperkirakan berapa yang keluar. Karena di tongkang itu ada sekat-sekat kotak tempat penyimpanan muatan," katanya.

Dalam satu petak itu sekitar 400 ton. Kapal sudah lumpuh karena sudah masuk air. (nun)