Yang Tersisa dari Perkemahan Budaya PO5, dan Perkemahan Eksekutif tingkat Kota Baubau

PERKEMAHAN Budaya PO5, dan Perkemahan Eksekutif tingkat Kota Baubau boleh saja berlalu. Namun demikian hingga kini keseruannya masih terasa.
Laporan: Irwansyah Amunu
BANYAK pelajaran yang bisa dipetik dari perkemahan budaya PO5 dan Perkemahan Eksekutif tingkat Kota Baubau. Diantaranya kerja keras, kemandirian, kerjasama, dan kekompakan yang digambarkan dalam bentuk kemah dan aneka lomba di Bumi Perkemahan Samparona.
Aktivis perkemahan dilakukan sekaligus memperingati Hari Pramuka ke-58. Acara dibuka dengan upacara yang dipimpin Wali Kota Baubau, Dr H AS Tamrin.
Turut hadir, Wawali La Ode Ahmad Monianse, Ketua Kwarcab Pramuka Kota Baubau, Dr Roni Muhtar, dan sejumlah stakeholder lainnya. Acaranya berlangsung semarak. Tentu diliputi militansi: Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.
Bumi Perkemahan Samparona yang sebelumnya hanya terhampar rerumputan, untuk beberapa waktu berdiri puluhan kemah. Itulah yang digunakan para pandu bermalam.
Jadilah suasana di Bumi Perkemahan Samparona berubah. Dipenuhi aktivitas kepanduan.
Bukan itu saja, paling menarik ketika aneka lomba digelar. Bagaimana tidak, sepanjang acara penuh dengan suasana tawa, humor, dan mengocok perut.
Sebagai contoh, ketika lomba bakiak putra, tim dari Dinas Kominfo yang terjatuh saat start. Kontan mengundang geer dari peserta.
Termasuk saat lomba bakiak dan asse putri. Humor, dan seru berbalut menjadi satu. Dua lomba tersebut dimenangkan Dinas PU.
Kendati mengocok perut, aneka lomba tersebut juga butuh pengorbanan. Terbukti, sejumlah peserta menderita cidera lecet, antara lain di lutut, paha, dan kaki.
Namun demikian, acara tetap berlangsung meriah dan lancar dari awal hingga akhir.(***)