Berita Terkini
Busel

Investor Rencanakan Bangun PLTB di Sampolawa

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 28 Agustus 2019 15:11 WIB · 4 menit baca
Investor Rencanakan Bangun PLTB di Sampolawa
UNTUNG

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Investor Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berencana membangun listrik dari sumber energi angin di Desa Sandang Pangan dan Hendea, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sultra.

Pemerintah sedang gencar meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik di Indonesia. Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) PT PLN (Persero) periode 2019-2028, ada target penambahan pembangkit listrik dari energi terbarukan.

Salah satu pembangkit listrik EBT yang sudah dikerjakan adalah PLTB Tolo I Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pengembangan energi angin ini yang digenjot Pemerintah Indonesia.

Hal ini seperti diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Busel, Untung kepada Butonpos, di Aula Lamaindo, Selasa (27/8).

Ia menjelaskan, investor pembangkit listrik tenaga bayu PLTB atau pengembangan listrik energi baru terbarukan bersumber dari angin ini sudah melakukan penjajakan. Baik dari sisi lokasi dan hal teknis lainya. Hasilnya sangat berpotensi untuk menanamkan sahamnya membangun PLTB tersebut.

"Hasilnya pihak investor ini sangat berminat untuk membangun PLTB di Sandang Pangan dan Hendea Kecamamata Sampolawa," katanya.

Namun kata dia, saat ini pihak investor belum mendapatkan izin prinsip yang diterbitkan pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunanya.

Sebab lanjut dia, Pemkab Busel masih mempertimbangkan hal lain. Karena masih memerlukan kajian teknis secara ilmiah yang melibatkan kementrian atau OPD terkait untuk mengetahui apakah dilahan dimaksud ada potensi tambang lain atau tidak.

"Saat ini masih berjalan. Karena di lokasi yang dimaksud untuk PLTB itu masih dibutuhkan kajian ilmiah secara teknis untuk mengetahui apakah ada di lahan itu ada potensi tambang lainya," ujarnya.

Ia mengaku jika hal itu sudah ada hasil kajian teknis secara komprehensif ada rekomendasi maka izin prinsip pembangunan PLTB direalisasikan. "Ini yang masih dievaluasi oleh OPD atau Kementrian lain. Jangan sampai dilokasi tempat pembangkit listrik tenaga bayu itu ada barang tambang lain yang dimanfaatkan untuk penambahan PAD Busel," katanya.

Kata dia, sampai saat ini PLTB itu belum diberikan izin rinsipnya. Karena masih membutuhkan kajian secara teknis di lokasi tersebut. Ini yang sangat penting sehingga tidak ada yang dirugikan.

Luas lahan yang disiapkan sekitar 20 hektar. Lahan ini sudah disurvei kontraktor PLTB. Investornya Halim adik Wapres RI Jusuf Kalla. "PLTB yang dibangun nanti seperti yang sudah dibangun PLTB Jeneponto, Sulsel. Dan saat ini yang diusahakan untuk menggunakan listrik PLTB di Sandang Pangan dan Hendea," katanya.

Ia menjelaskan, tim ivestor juga sudah melakukan survei lapangan sekitar Juli 2019 lalu menijau topografi lokasi tersebut. Untung mengaku, respon Pemkab Busel terkait hadirnya investor ini selagi menguntungkan

Pemerintah daerah pasti akan didukung sepenuhnya. Dengan catatan dapat menguntukan daerah baik sisi penambahan PAD, rekrutmen tenaga kerja dan perputaran perekonomian daerah. "Pemerintah daerah sangat merespon dengan adanya investor yang penting dengan catatan dapat menambah PAD dan mengurai persoalan pengangguran di daerah," harapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, kesimpulanya terkait kelanjutanya, tinggal menunggu hasil survei kajian teknis dari kementrian terkait soal area yang akan digunakan tersebut. Apakah ada potensi barang tambang lain yang berpotensi dieksplorasi di lahan tersebut.

Ini menjadi progres pengembangan investor di Busel. "Tinggal izin prinsip mereka sudah mulai eksen, masih menunggu izin prinsip," katanya.

Soal PAD dan tenaga kerja itu secara teknis akan didiskusikan. Yang penting ada kontrak kerja sama yang harus dibangun sehingga menguntungkan dua belah pihak ivestor dan pemkab termaksud masyarakat Busel.

Ia berharap investor ini dapat menanamkan sahamnya di Busel. "Kita berdoa mudah-mudahan investor ini lancar dan memiliki komitmen bersama untuk membangun daerah ini sehingga kita juga dapat menguntungkan daerah baik sisi PAD dan mengurai pengganguran," harapnya.

Seperti diketahui tinggi menara PLTB yang sudah dibangun di Jeneponto mencapai 138 meter dengan panjang bilah mencapai 64 meter. Sedangkan PLTB Sidrap memiliki ketinggian tower 80 meter dengan 3 bilah turbin dengan panjang masing-masing 56 meter. Sebanyak 30 turbin angin terpasang di Sidrap dengan kapasitas tiap turbin 2,5 MW. Energi listrik yang dihasilkan dari kecepatan angin sebesar 6-8 meterper detik ini sangat potensial untuk dikembangkan secara komersil.

Penandatanganan jual-beli atau power purchase agreement (PPA) telah diteken PLN dan PT Energi Bayu Jeneponto pada 14 November 2016 silam dengan harga jual listrik USD 10,98 sen/kWh. (aga)