Berita Terkini
Busel

TMMD Digelar di Masiri dan Majapahit

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 30 Agustus 2019 16:02 WIB · 3 menit baca
TMMD Digelar di Masiri dan Majapahit

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Rapat koordinasi teknis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 tahun 2019 di Kabupaten Buton Selatan (Busel) di gelar di Gedung Lamaindo, Kamis (29/8).

Rapat ini dipimpin langsung Dandim 1413 Buton Letkol Inf Arif Kurniawan dihadiri Sekda Busel La Siambo mewakili Plt Bupati Busel. Dihadiri sejumlah kepala OPD, camat, dan lurah/kelapa desa.

Rencananya TMMD tahun 2019 di Busel digelar sejak September hingga Oktober di Kelurahan Masiri dan Majapahit, Kecamatan Batauga.

TMMD ini digelar berdasarkan surat keputusan ST Pangdam XIV/HSN selaku PKO TMMD No.STR/15/2019 Tanggal 22 JAN 2019 tentang perintah menyusun rencana SAS program terpadu TMMD tahun 2019 ke-106 dan TMMD imbangan serta TMMD skala besar.

Rencana kegiatan TMMD di Busel ada dua item penting, yakni kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan fisik, yaitu pembuatan jalan lebar delapan meter dan panjang 900 meter. Dan pembangunan masjid di Masiri.

Sementara itu untuk kegiatan fisik lainya pembngunan balai pertemuan lingkungan Kolowu, Kelurahan Masiri dengan lebar 10 meter panjang 7,8 meter.

Sedangkan kegiatan non fisik penyuluhan keamanan dan lainya kerjasama organisasi perangkat daerah (OPD) termasuk sunatan dan donor darah.

Rapat ini dilakukan membahas persiapan pelaksanaan mengenai upaya peningkatan akselerasi pembangunan di kawasan pedesaan.

TMMD adalah program terpadu lintas sektoral, sehingga dalam penerapannya, TNI tidak bekerja sendiri namun menggandeng banyak pihak. Mulai dari pemerintahan daerah, OPD serta sejumlah stakeholder lainya.

TMMD merupakan perwujudan dari Operasi Bhakti TNI selain program Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Program yang bekerjasama pemerintah daerah ini untuk mendorong berhasilnya pembangunan nasional hingga ke pelosok.

Menurut Kadis Komunikasi dan Infomatika Busel Muhammad Al Ichsan tujuan TMMD ini untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah demi mensejahterakan masyarakat. Program ini menurutnya juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. TMMD terfokus pada pekerjaan fisik dan nonfisik meliputi pembangunan infrastruktur, keamanan, kesehatan, dan pendidikan.

"Jika sinergitas lintas sektoral dan kemanunggalan rakyat bersama TNI dapat terealisasi dengan baik, maka akselerasi pembangunan infrastruktur umum di daerah pedesaan, desa miskin, terisolir, terpencil atau daerah kumuh perkotaan, kualitasnya akan maksimal," harapnya.

Untuk itu, kerja sama dan koordinasi yang baik antara instansi daerah serta partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan. “Ini dapat mendorong tercapainya TMMD yang aman, tertib, lancar, berdaya guna dan berhasil guna sesuai target,” katanya.

Kata dia, harapan Dandim 1413 Buton, program TMMD tahun ini adalah suatu wujud nyata TNI dalam mendukung pemeritahan membangung masyarakat Desa. Membangun desa sendiri merupakan salah satu program dalam operasi bakti TNI.

"Harapan pak Dandim 1413 Buton tadi, TMMD Busel dapat membantu pemerintah daerah dalam membangun daerah. Makanya diharapkan berjalan lancar aman sesuai target," harapnya.

Berintegrasi pemerintah daerah, program ini dilakukan untuk percepatan dan akselerasi pendukung kemajuan desa.

"Program TMMD ini diharapkan semangat kebersamaan kerja keras dan gotong royong di semua lapisan masyarakat," katanya.

Terpenting, memupuk komitmen persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun semangat nasionalisme. Pembangunan fasilitas dilakukan dalam massa kegiatan TMMD 2019 yang berlangsung September hingga Oktober mendatang.

"Harapan kami dalam TMMD kali ini partisipasi masyarkat juga tinggi dan didukung pemerintah untuk bersama-sama TNI membangun desa dalam upaya mewujudkan kesejahtraan masayrakat," harapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Busel sangat merespon positif, menyambut baik dan mengapresiasi TMMD ke 106 tahun 2019 di Kabupaten Busel. Pemkab juga akan memfasilitasi seluruh kebutuhan kegiatan baik fisik maupun non fisik TMMD tersebut. (aga)