Berita Terkini
Muna

BKD Mubar Susun ABK dan Anjab Penerimaan CPNS

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 2 September 2019 16:11 WIB · 2 menit baca
Bagikan
BKD Mubar Susun ABK dan Anjab Penerimaan CPNS
Rosmasari Laute

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Meski belum ada titik terang dari pemerintah pusat terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 ini. Namun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muna Barat (Mubar) mulai membuat format kuota yang akan butuhkan daerah kedepan.

Saat ini pihak BKD Mubar tengah menyusun analisis beban kerja (ABK) dan analisa jabatan (Anjab) pegawai lingkup Pemkab Mubar. Mengingat sebagian jabatan sudah terisi dari hasil penerimaan CPNS tahun lalu, maka kuota yang dibutuhkan untuk penerimaan CPNS kedepan harus diatur lagi.

"Terkait informasi penerimaan pegawai tahun 2019 ini sudah ada informasi dari Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Suratnya sudah ada, tinggal menunggu petunjuk selanjutnya," ungkap, Kepala BKD Mubar, Rosmasari La Ute, akhir pekan lalu di ruang kerjanya.

Katanya, belum ada pembagian kuota dan jurusan yang dikeluarkan oleh pihak kementerian terkait penerimaan CPNS tahun ini. Sebab yang menentukan jurusan yang akan diterima nanti adalah daerah. Makanya perlu adanya penyesuaian ABK dan Anjab.

"Pembagian jurusan yang akan diterima, kita yang usul di pusat. Nanti pusat yang tentukan berapa jumlah yang bisa diambil. Kita mengusul itu sesuai kebutuhan daerah. Jadi sebanyak-banyaknya, tergantung pusat yang tentukan jumlahnya dalam penerimaan setiap tahun," katanya.

Bukan hanya CPNS jalur umum yang akan diterima tahun ini. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK juga akan dibuka formasi. Untuk jalur PPPK ini Pemkab Mubar sudah melakukan perekrutan. Yang diterima itu tenaga pengabdi kategori dua (K2) khusus guru dan penyuluh.

"Kita berharap tahun ini pemerintah pusat membukakan peluang sebesar-besarnya untuk penerimaan CPNS dan PPPK. Bagi kita daerah mengusulkan kuota secukupnya. Mubar ini masih banyak membutuhkan pegawai terutama tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis lainnya," terang, Rosmasari.(p5)

Bagikan