Busel Keciprat TP Rp 1,6 Miliar
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan dana Tugas Pembantuan (TP) komunitas adat daerah terpencil di Kabupaten Buton Selatan (Busel) senilai Rp 1,6 miliar.
Program pembangunan rumah sebanyak 33 unit ini tengah dalam proses perampungan di Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan.
Kepala Dinas Sosial Busel, Kostantinus Bukide, SH MSi mengatakan bantuan dana TP tersebut diberikan kepada komunitas adat terpencil di Kecamatan Lapandewa.
"Sementara dalam proses perampungan oleh pihak ketiga di Lapandewa untuk program Tugas Perbantuan untuk komunitas adat daerah terpencil dari Kementrian Sosial RI," katanya kepada wartawan di aula Gedung Lamaindo usai menghadiri salah satu agenda Pemkab, Senin (2/9) lalu.
Sebanyak 33 kepala keluarga telah terseleksi mendapat bantuan ini berupa bantuan bahan bangunan atap, lantai dan dinding (aladin). Satu unit rumah mendapatkan Rp 40 juta perunit.
Dikatakan, dari 17 kabupaten dan kota di Sultra hanya dua yang keciptrat dana bantuan TP untuk komunitas adat terpencil ini hanya Muna dan Buton Selatan.
Ia menjelaskan, salah satu kriterianya Tp ini adalah komunitas- komunitas adat terpencil karena ketidak terjangkuan akses, ini yang dibantu. Program ini sudah berjalan. Dalam proses perampungan.
Ditambahkannya, dari pendataan yang telah dilakukan Dinsos memang masih ada komunitas- komunitas terpencil di tujuh kecamatan di Busel. Namun masih dilakukan pendataan terus menerus. Baru Kecamatan Lapandewa ditahun ini yang direalisasikan. Berikutnya diperjuangkan lagi sehingga bisa berlanjut untuk di kecamatan lain.
Salah satu tujuan program ini adalah untuk mengurai persoalan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Juga menekan angka angka kemiskinan yang masih ada sekitar 16 persen di Kabupaten Busel.
“Ditahun-tahun berikutnya program ini berkelanjutan sehingga kita berharapkan Buton Selatan akan mendapatkan dana TP dari Kementerian Sosial lagi,” pungkas calon Sekda Buton Tengah ini. (aga)