Berita Terkini
Busel

Pedagang Ogah Pindah Pasar Baru, Gedung Pasar Sampolawa Senilai Rp 7 Miliar Nganggur

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 7 September 2019 14:41 WIB · 3 menit baca
Pedagang Ogah Pindah Pasar Baru, Gedung Pasar Sampolawa Senilai Rp 7 Miliar Nganggur

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Polemik pemindahan pasar Sampolawa belum menuai titik terang. Hingga kini bangunan baru pasar Sampolawa menelan Rp 7 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK) APBN tahun 2016 belum difungsikan.

Pro kontra di kalangan pedagang. Sebagian pedagang tetap bertahan berjualan dengan berbagai alibi. Padahal kondisi pasar sudah cukup sempit dan terkesan kumuh.

Upaya sosialisasi pemindahan pasar lama di Kelurahan Jayabakti ke Kelurahan Todombulu ini sudah dilakukan instansi terkait. Namun menuai pro kontra di kalangan pelaku pasar.

Anggota DPRD Busel La Ode Muhammad Amal berharap agar pasar baru yang ada di Lapola itu dilakukan penataan secara maksimal. Sehingga para pedagang dan pembeli nyaman.

Ia mengaku aspirasi yang diterimanya dari para pelaku pasar masih pro kontra. Sebagian pedagang masih tetap bertahan di pasar lama, karena sebagian besar sudah dibangun rumah tokoh.

"Para pedagang ini berharap kalau pasar dipindahkan pasar Mambulu yang lama itu juga tetap difungsikan. Pengelolaanya seperti apa nanti diatur," katanya dalam forum dengar pendapat bersama sejumlah mahasiswa di Aula Lamaindo, beberapa waktu lalu.

Sebelumnhya, Sekab Busel La Siambo mengatakan, fokus perhatian Pemkab adalah pemindahan pasar Sampolawa ke bangunan gedung baru. Di gedung pasar baru ditargetkan menjadi geliat aktivitas pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Busel pada umumnya dan Sampolawa khususnya.

Menurutnya, pedagang kaki lima sudah diatur untuk memanfaatkan beberapa lokasi yang ada. Pemkab juga akan berupaya memfasilitasi para pedagang lain untuk mendapatkan tempat jualan di pasar.

Siambo tak menampik pemindahan pasar Sampolawa memang cukup menjadi perhatian skala prioritas. Sebab geliat pertumbuhan ekonomi di pasar itu cukup tinggi. Namun masih ada pro kontra.

Meski begitu, Pemkab berupaya mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada para pedagang untuk secara sadar pindah dengan sendirinya. Tapi hingga kini masih diupayakan solusi terbaik. Pemindahan pasar menjadi komitmen Pemkab.

Ia menjelaskan, bupati berkomitmen memindahkan pasar baru agar gedung yang dibangun itu dimanfaatkan secara maksimal. Tidak mubazir. Bupati juga sudah menyampaikan kepada camat, lurah setempat agar pro aktif diharapkan pelaku pasar yang ada saat ini agar dipindahkan di pasar baru. Namun banyak pelaku pasar yang tolak. Mereka tidak mau pindah. Alasannya, sudah banyak toko dan kios milik warga sudah sekalian dengan rumahnya.

"Karena itu kami juga meminta kepada saudara-saudara kita yang ada di pasar Mambulu untuk membantu pemerintah agar pelaku pasar ini mau pindah di pasar baru. Namun kita akan sampaikan kepada OPD teknis untuk segera menyelesaikan persoalan ini," tegasnya.

Pemkab berupaya agar pasar baru Sampolawa difungsikan. Untuk di pasar baru Sampolawa ada tambahan 48 kios baru melalui dana DAK. “Infrastruktur listrik dan air bersih menjadi tanggung jawab daerah,” katanya.

Jika pasar tersebut tidak segera dimanfaatkan, dikhawatirkan akan tergerus usia. Pasalnya, tak jauh dari gedung baru pasar Lapola itu sudah ada bangunan gedung los lama yang dibangun Pemkab Buton sebelum Busel mekar, namun tak termanfaatkan.

Gedung Pasar baru Sampolawa lebih modern dengan bangunan yang representatif untuk aktivitas jual beli. Tinggal pengembangan dan penataanya.

Jika gedung pasar tersebut tak kunjung dimanfaatkan hingga bangunanya termakan usia. Dikhawatirkan akan menjadi catatan buruk bagi daerah di kementrian terkait. (nus)