Berita Terkini
Bombana

Disoroti Perbaiki Bahu jalan Ibu Kota, Dinas PU Bombana Buka Suara

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 12 September 2019 19:15 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Disoroti Perbaiki Bahu jalan Ibu Kota, Dinas PU Bombana Buka Suara
Samuel

PUBLIKSATU, BOMBANA - Palu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bombana 2019 diketok Desember 2018 lalu. Setidaknya, terplot anggaran sekira Rp 5,7 miliar untuk perbaikan bahu dan badan jalan Rumbia Ibu kota Kabupaten Bombana. Alih-alih memoles wajah ibukota, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bombana, justru diganjar kritikan.

Rupanya hasil kesepakatan Dewan Perwakilan Rakyat bersama eksekutif Bombana delapan bulan lalu itu, tidak dipahami sepenuhnya oleh sebagian kalangan di Bombana. Akibatnya, ketika pekerjaan mulai dijalankan September 2019, tiba-tiba dibaluti nada protes sebagian kalangan.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bombana, Semuel Kadmaerebun akhirnya buka suara. Dia menjelaskan pekerjaan perbaikan jalan di wilayah Bombana, sudah diplot dan terbagi-bagi. Disebar di tiga wilayah Bombana yakni Kabaena, wilayah Poleang dan Rumbia, sebagaimana termuat dalam APBD Bombana 2019.

"Saya cukup maklumi dan kami tidak alergi dengan adanya kritikan. Itu bagian kontrol atau masukan bagi kami dan daerah. Namun, memoles wajah ibu kota seperti memperbaiki bahu jalan itu, punya alasan dan manfaat," ujar Semuel.

-

Dirinya menepis bila perbaikan bahu jalan ibu kota itu, dinilai mubazir atau pemborosan anggaran. "Begini ya, bahu jalan ibukota itu, kan dikerja tahun 2014 (lima tahun lalu). Dibuat sekadar penyangga sisi kiri dan kanan, dari jalan utama kita. Kualitas pengaspalnya pun rendah, dibanding jalan utama kita (yang ditengah itu) sudah sekelas hot mix. Kini, sebagian bahu jalan itu, sudah jadi genangan air jika musim hujan. Sebagian pula sudah mulai rusak, makanya diusulkan perbaikan mengingat wilayah ibu kota itu ikon Bombana. Kalau tidak salah, rencana perbaikan itu sejak 2017 lalu," cerita semuel.

Dia menjelaskan pekerjaan sisi kiri dan kanan ruas jalan ibu kota itu, tidak dikerja seperti dulu. "Jelas beda, kali ini kualitasnya akan ditingkatkan. Menggunakan rigid beton dengan klasifikasi K250. Akan disediakan pula saluran untuk jalannya air agar tidak tergenang. Jalan ibukota akan terlihat lebar bagi pengendara pengguna jalan. Apa kata orang ya..bila jalan ibukota saja kok, dihiasi genangan air," tanyanya.

Semuel menuturkan anggaran senilai Rp 5,7 M itu bukan cuma memperbaiki bahu jalan. Tapi ada sebagian memperbaiki badan atau ruas jalan yang rusak. "Ada perbaikan bahu jalan, tapi ada juga sebagian memperbaiki jalan rusak. Lokasinya tersebar beberapa lokasi, diantaranya sekitar Jenderal Sudirman, Jalan Tina Orima, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Kihajar Dewantara serta Jalan Ahmad Yani," paparnya.

Semuel menyadari bila perbaikan jalan disanding-sandingkan dengan sejumlah tempat di wilayah Bombana akan memantik protes. "Kami cukup maklumi. Kami pun ingin semua jalan kita lekas dibenahi. Tapi anggaran kita kan terbatas. Kami akui, bila tidak mungkin mencukupi atau menyenangi semua kalangan. Tekad kami bekerja dan terus berbuat untuk daerah ini. Khusus infrastruktur jalan, Jelas dia akan bertahap dan semua dapat bagian," jawabnya.

Dia merincikan untuk anggaran jalan tahun 2019 ini, wilayah Kabaena dapat kisaran Rp. 12 Miliar. Diporsikan untuk jalan menuju Tangkeno hingga Kabaena Tengah. Sementara Rumbia ibukota kabupaten Bombana Rp 5,7 Miliar. Sementara sisahnya wilayah Poleang Rp 1,2 Miliar untuk perbaikan jalan kisaran Poleang utara dan sekitarnya. (Dar)

Bagikan