Berita Terkini
Busel

Rp 4 Miliar Untuk Bedah Rumah Warga Busel

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 12 September 2019 13:48 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Rp 4 Miliar Untuk Bedah Rumah Warga Busel
ILSUTRASI. Rumah Wa Nuru yang sudah dibedah

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Jika tidak arang melintang Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Buton Selatan (Busel) kembali mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 4 miliar, tahun depan. Dana tersebut untuk bantuan stimulan pemberdayaan swadaya (BSPS).

Informasi ini seperti yang diungkapkan Plt Kepala Dina Perumahan dan Pemukiman Busel La Ganefo SPd MH kepada media di Aula Lamaindo belum lama ini. "Insya Allah tahun depan kita akan mendapatkan dana sekitar Rp 4 miliar," katanya.

Bantuan stimulan untuk rumah yang tidak layak huni ini sebenarnya sudah lolos pada perencanaan di sistem krisna belum lama ini. Hanya disesuaikan dengan kondisi anggaran pemerintah pusat. "Tapi pagu terakhir kalau tidak ada halangan hanya Rp 4 miliar untuk tahun depan," katanya.

Kata dia, program BSPS ini sebagai perangsang saja kepada warga untuk memiliki rumah layak huni. Bukan seutuhnya pemerintah daerah memberikan dana untuk membangun satu buah rumah. Program BSPS ini hanya sebatas memberikan perangsang kepada warga yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah layak huni.

"Pemerintah hanya memberikan perangsang saja melalui program BSPS. Rumah yang dibangun kepada masyarakat itu dengan dana sedikit Rp 15 juta untuk material dan ongkos tukangnya. Tidak mungkin bisa membangun satu buah rumah. Karena itu ada dukungan dana swadaya dari masyarakat untuk membangun rumah layak huni," katanya.

Menurut Ganefo, tahun 2019 ini sudah ada 240 buah rumah yang tidak layak huni mendapatkan bantuan. Karena yang sementara jalan program BSPS di Batuatas 100 unit. Sedangkan di Kecamatan Batauga di Desa Poogalampa, Lampanairi dan Bola ada 100 buah. Sedangkan 47-an lebih ada bantuan PB.

"Masyarakat harus memiliki anggaran swadaya dengan jumlah yang lebih besar. Karena BSPS ini hanya bantuan swadaya sebagai perangsang kepada masyarakat untuk membangun rumah yang layak huni," ujarnya lagi.

Ia menjelaskan program BSPS ini hanya membedah atap lantai dan dinding.

Ia menambahkan, rumah yang tidak layak huni yang diusulkan tahun 2019 ini tercatat 1400 lebih yang belum terlaksana. Ini sebagian sudah masuk dalam program usulan secara online dalam aplikasi krisna. Meskipun sudah masuk dikrisna tapi anggaran dari APBN tidak memungkinkan maka akan dipending pada tahap berikutnya. "Tidak mungkin bisa terpenuhi semua karena kita harus pahami di pusat juga terbatas anggaranya. Jadi secara berangsur-angsur direalisasikan," ujarnya.

Sementara yang sudah terealisasi bedah rumah dari rumah tak layak huni di Busel sekitar 500 termaksud dari tahun lalu. Tahun lalu paling banyak dari Batuatas. Sedangkan tahun ini banyak di Batauga.

Ganefo menjelaskan, banyak rumah yang tidak layak huni ini akan dilakukan pengusulan perbaikan secara bertahap. Ia juga berharap masyarkat Busel semakin memacu motivasi untuk membangun rumah yang layak huni. (aga)

Bagikan