Berita Terkini
Muna

Pegawai CHarus Paham Konstruksi

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 14 September 2019 14:41 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Pegawai CHarus Paham Konstruksi
Bahar Budiman

PUBLIKSATU, MUNA BARAT - Sekitar 30 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga harian lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengikuti pelatihan tenaga kerja terampil konstruksi. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada salah satu hotel di Kota Raha, Jumat (13/9).

Di acara itu pihak PUPR Mubar menggandeng Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Sultra, sebagai pemateri.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Mubar, Bahar Budiman mengatakan kegiatan pelatihan tenaga kerja terampil kontruksi bagi PNS dan tenaga harian penting dilakukan. Mereka harus paham soal kontruksi dalam sebuah kegiatan yang bersentuhan dengan fisik maupun non fisik.

"Amanah UU kontruksi nomor 2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi, bahwa semua pelaku jasa kontruksi baik penyedia dan pengguna wajib memiliki sertifikat uji kompetensi dibidang jasa kontruksi. Jadi perlu adanya pemberian pemahaman tentang itu," ungkapnya.

Pada dasarnya peserta yang ikut pelatihan ini kata dia, telah memegang sertifikat pengawas jalan. Namun dalam pelatihan kali ini untuk mengingatkan kembali serta mereviu pengetahuan tentang kontruksi. Sebab semua pegawai dan tenaga harian di Dinas PUPR, diperhadapkan dengan program pembangunan fisik.

"Seluruh tenaga yang bekerja di Dinas PUPR itu harus paham dan mengetahui tata kerja proyek yang benar mulai dari awal sampai akhir. Kemudian memberikan informasi yang spesifik terkait manajemen proyek utamanya bidang Bina Marga," katanya.

KPA bidang jasa kontruksi Dinas PUPR Mubar itu berharap melalui kegiatan ini para PNS dan tenaga harian memiliki pemahaman yang sama dalam bidang kontruksi terutama kontruksi jalan dan jembatan."Mereka ini semua adalah pengawas dan PPTK dibidang jalan. Jadi apa yang didapat dalam pelatihan itu dapat diaplikasikan dilapangan," harapnya.

Salah seorang narasumber Dr. H. Muh. Tahir mengaku, materi yang diberikan pada saat pelatihan itu meliputi manajemen proyek. Proses manajerial mulai dari tahap persiapan, perencanaan hingga tahap pelaksanan "Mereka harus memahami tugas dan tanggung jawab sebagai instansi teknis. Sebab, terkadang ada pegawai yang tidak paha dengan tugas-tugas itu," timpalnya.(p5)

Bagikan