Berita Terkini
Busel

Delapan Hari Menghilang, Nelayan Lande Belum Juga Ditemukan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 17 September 2019 15:06 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Delapan Hari Menghilang, Nelayan Lande Belum Juga Ditemukan
Kapal nelayan Lande La Mihiati.

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Nelayan asal Lande, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, La Muhiati (48) hilang melaut sejak 8 September 2019 lalu, hingga kini belum ketahui keberadaanya.

Sedangkan kapal korban sudah ditemukan nelayan di Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan Selasa (10/9) petang. Sedangkan La Muhiati belum ada kabarnya.

Menurut Kades Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa La Ode Wali informasi terakhir yang diperoleh pihak keluarga hingga Rabu (11/9/2019) melalui komunikasi telefon seluler dengan warga yang menemukan kapal di Bonerate. Sementara kapal korban ditemukan di Desa Jinato, Kabupaten Selayar.

Kata dia, dari hasil komunikasi telefon seluler pihak keluarga memberikan ciri-ciri kapal milik dengan jenis kapal yang ditemukan di Bonerate itu. Ciri kapal milik La Muhiati itu warna biru secara keseluruhan.

Lanjut dia, sedangkan ada bagian les kecil warna merah dan warna putih. Bagian dek warna kuning. Setelah diberikan gambaran ciri-ciri kapal itu kepada pihak yang mendapatkan kapal di Bonerate telah mendapatkan informasi sementara dengan jenis kapal warna itu memiliki kesamaan degan kapal korban. Begitupn juga mesinya. Mesin gandengya dua. Namun hanya satu yang berfungsi karena satu dibuka Asnya tidak difungsikan.

Dengan ciri-ciri kapal yang ditemukan di Bonerate itu memiliki ciri yang sama dengan kapal milik korban. "Namun ini baru informasi sementra belum dapat dipastikan. Karena pihak keluarga belum memastikan langsung ke Desa Jinato, Desa Bonerate," ujarnya.

"Sebentar subuh jam 3 dini hari Kamis (12/9) keluarga korban akan ke tempat penemuan kapal korban sekitar 162 mil dari Lande melalui perjalanan laut. Jadi paling lambat 12 jam sudah tiba di Bonerate," tambah La Ode Wali.

Dikatakan, kapal itu ditemukan warga setemoat pada sore hari Selasa (10/9). Begitupun juga dalam kapal tempat makan yang masih ada sisa makanan, gancu, tali pancing, pemukul ikan. Ciri yang ada didalam kapal yang ditemukan di Bonerate memiliki kesamaan dengan kapal milik korban.

Sedangkan korban La Muhiati hingga saat ini belum diketahui keberadaanya.

Ia mengaku, dugaan sementara dari pihak keluarga maupun nelayan setempat. Saat hari Minggu (8/9) lalu cuaca sedikit berombak. Dugaan ada dua. Kalau bukan ditarik ikan, jangan sampai tali pancing tergulung ditanganya. Dugaan kedua jangan sampai sementara cari ikan korban sambil berdiri sementara mesin masih aktif. Kemungkinan korban terjatuh.

Menurutnya korban tidak mengeluhkan sakit sebelumnya. Hanya saja pihak keluarga berharap saat korban terjatuh dilaut ada kapal atau nelayan lain menemukan korban.

"Sebab posisinya nelayan ini kapan jatuh dilaut kemudian kapal sementara jalan mesin. Mana arus kuat. Tidak bisa lagi kejar kapalnya. Jangan sampai korban sambil berdiri mencari ikan. Kita berharap korban selamat dan sehat-sehat sehingga bisa berkumpul lagi dengan keluaga di kampung," harapnya.

Hingga kini keberadaan nelayan tangkap ikan tuna La Muhiati belum diketahui. (aga)

Bagikan