Gubernur Sultra: Adanya Kepastian Hukum akan Menciptakan Kepercayaan Investor

PUBLIKSATU, KENDARI - Dalam acara sosialisasi Pedoman Kerja Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Polri. Gubernur Sultra, Ali Mazi SH mengatakan jaminan keamanan berinvestasi akan memberikan pengaruh besar pada kenyamanan dan keamanan bagi para investor nantinya, Rabu (18/9) kemarin.
"Saya mengapresiasi adanya sosialisasi pedoman kerja BKPM-Polri serta sebagai tindaklanjut penandatanganan MoU abtara BKPM dan Polri. Karena ini merupakan salah jaminan keamanan berinvestasi bagi semua investor yang ada di suatu wilayah khususnya di Sulawesi Tenggara," jelasnya.
Lanjut Ali Mazi, pemerintah provinsi dan masyarakat Sultra, mengucapkan selamat datang dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Kepada Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKP RI, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri yang sudi datang di Bumi Anoa Sultra.
"Yang maha kuasa telah memberikan Sultra dengan berbagai kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan membuat banyak investor tertarik datang ke Sultra untuk berinvestasi. Kami berharap semoga dengan kehadiran BKPM RI dan Polri pusat, turut membawa angin segar bagi terciptanya iklim investasi yang kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara," harapnya.
Sambungnya, kegiatan sosialisasi Pedoman Kerja BKP-Polri yang dilaksanakan pada hari ini, sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BKPM RI dan Polri, yang dilaksanakan pada tanggal 22 februari 2016. Ini merupakan kegiatan strategis yang diharapkan dapat memberi pemahaman yang sama kepada semua pihak, dalam melakukan perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha, terutama hal pemberian kepastian hukum dalam mendukung kegiatan investasi di Provinsi Sultra.
"Karena adanya kepastian hukum dan jaminan keamanan berinvestasi, akan menciptakan kepercayaan para investor, untuk berinvestasi di wilayah Sultra. Selain itu kepastian hukum dan jaminan keamanan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para Investor, tentunya dalam melakukan analisa terhadap situasi keamanan suatu daerah terlebih dahulu, sebelum memutuskan dan memulai berinvestasi," ulasnya.
Dimana kata Ali Mazi, pedoman kerja BKPM-Polri di Sultra, merupakan acuan bagi pejabat/pegawai BKPM dan Polri. Untuk tugas berkoordinasi pelaksanaan terhadap setiap penyelenggaraan berbagai pihak. Khususnya perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha dalam rangka untuk investasi mendukung kegiatan di Indonesia, khususnya di Sultra.
"Pedoman kerja ini nantinya juga akan menjadi acuan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) dalam merumuskan kebijakan dan program pengembangan investasi yang kondusif, aman, nyaman dan ramah. Pedoman kerja ini, juga diharapkan dapat mempermudah pemerintah daerah untuk mengambil berbagai langkah strategis dalam meningkatkan pertumbuhan investasi di Provinsi Sultra dalam lima tahun terakhir dan menjadikan Sultra menjadi kawasan yang tumbuh dan berkembang ke arah lebih baik, terkhusus di kawasan Timur Indonesia," tandasnya.
Sebelum menutup, Ali Mazi mengharapkan semoga agenda ini dapat memberi manfaat dalam memperkuat agenda investasi di Sultra, yang telah didesain dengan arsitektur yang terintegrasi pada tiga prinsip utama, yaitu membangun pelayanan investasi yang hadir dengan konsep one stop service (PTSP). Melaksanakan investasi dengan mengagendakan konsep supervisi pengendalian pelaksanaan penanaman modal yang terintegrasi baik dari pemerintah pusat, daerah dan perusahaan itu sendiri, serta membangun jaringan investasi dengan menyiapkan data dan informasi kemudahan untuk berinvestasi.
Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM RI, Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri. (m1)