Berita Terkini
Busel

Dinsos Busel Adakan FGD Soal KUBE

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 20 September 2019 14:53 WIB · 2 menit baca
Dinsos Busel Adakan FGD Soal KUBE
Dinas Sosial menggelar FGD efektivitas program KUBE 2015-2018 di Kabupaten Busel

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) kini sedang gencar-gencarnya menangani kemiskinan. Salah satunya seperti yang digenjot Dinas Sosial.

Angka kemiskinan di Busel sekitar 15,99 persen. Penanganan masalah kemiskinan melalui berbagai program masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Diantaranya program pemberdayaan masyarakat dan penanganan kemiskinan, perlindungan jaminan sosial serta rehabilitasi sosial yang tengah digenjot Dinas Sosial Busel.

Proses tahapan penanganan salah satunya seperti yang dilakukan Dinsos kedatangan tim peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahtraan Sosial Yogyakarta.

Tim ini dipimpin Gunawan dan Akhmad Purnama. Mereka meneliti serta mengevaluasi efektifitas program pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Indonesia mulai tahun 2015 sampai 2018.

"Di Sultra satu-satunya yang dikunjungi hanya Kabupaten Busel, untuk di Busel dimulai tanggal 13 sampai dengan 20 September 2019 ini," kata Kepala Dinas Sosial Busel Kostantinus Bukide melalui pers realisnya.

Dikatakan, agendanya tanggal 14 September tim langsung turun ke lokasi diantaranya di Kecamatan Batauga. Yakni di Desa Lampanairi dua KUBE. Kecamatan Sampolawa Desa Gunung Sejuk Dua KUBE, Desa Lipumangau Satu KUBE. Kunjungan terakhirnya di Kecamatan Siompu, Desa Lapara yakni KUBE Siola yang menjadi Juara III lomba KUBE tingkat Nasional.

Diungkapkan, dalam kunjungan itu tim tersebut menemukan ada beberapa KUBE yang kurang aktif. Hal ini dikarenakan beberapa faktor. Diantaranya faktor pendidikan rendah, usaha yang dijalankan sifatnya tradisional seperti jual beli sembako dalam skala kecil. Jual beras dan ternak kambing yang kebanyakan dikelola ibu-ibu.

Usai melakukan kunjungan tersebut di beberapa desa. Tim ini diundang Dinsos Busel dalam Forum Group Discussion (FGD). Melibatkan beberaapa stake holder diantaranya, beberapa kepala OPD, Camat, Kades, Dunia usaha, tokoh masyarakat, TKSK dan pendamping KUBE.

"Dalam FGD itu narasumber yang dihadirkan dari pihak Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahtraan Sosial Yogyakarta dua orang, Kadis Sosial Busel," kata Haryadi yang juga moderator FGD.

Turut Hadir hadir Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Busel MZ Amril Tamim, Kadis Capilduk diwakili Kasubag Kepegawaiannya.

Dalam forum itu sejumlah pihak banyak memberikan masukan untuk mensinergikan program pemberdayaan penanganan kemiskinan melalui KUBE dengan UKM-UKM yang dibina Disperindag.

Hal ini diharapkan dapat menggenjot menghidupkan perekomian masayarakat. Sinergitas antara KUBE dan UKM yang dibina Disperindag ini diharapkan dapat memicu semangat saling mendukung.

Kadis Perindag Busel menyampaikan juga akan mendukung KUBE – KUBE lain yang membutuhkan Kemasan produk unggulanya seperti KUBE Siola. Hal ini untuk mendongkrak harga serta menarik konsumen membeli produk-produk KUBE. (aga)