Berita Terkini
Buton

Pesta Adat Sumpua di Lasalimu Buton Segera Dimulai, Sanggar Waguntu Ikut Terlibat

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 20 September 2019 14:29 WIB · 2 menit baca
Pesta Adat Sumpua di Lasalimu Buton Segera Dimulai, Sanggar Waguntu Ikut Terlibat
Ilustrasi : Tari kolosal yang memeriahkan Festival Budaya Tua Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Lembaga adat bersama Pemerintah Kelurahan Kamaru, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton bakal menggelar syukuran pesta panen.

Kegiatan ini, juga melibatkan komunitas Budaya yang ada di Kecamatan Lasalimu yakni Sanggar Waguntu.

Rencananya, prosesi acara adat yang disebut "Sumpua" itu bakal berlangsung selama dua hari. Terhitung, 23 September 2019 masyarakat adat Kamaru melakukan ziarah di benteng yang ada di desa Togomangura.

Kemudian, 25 September 2019 menjadi puncak acara adat, rencanaya bakal berlangsung di baruga Kelurahan Kamaru.

Camat Lasalimu, La Simo BSW menjelaskan acara tersebut merupakan syukuran yang dikemas menjadi pesta budaya kadie Kamaru. Pesta ini juga melibatkan beberapa desa yang masuk dalam rumpun adat Kamaru. Sebut saja desa Suandala, Togomangura, Sribatara, Lasembangi, Talagabaru dan Desa Bonelalo.

"Kita lihat kegiatan kita, ini merupakan syukuran tetapi pada tahun ini kita ganti namanya sebagai pesta budaya kadiena Kamaru. Ini menyangkut beberapa desa yang ada diwilayah Kecamatan Lasalimu," ujar dia saat pembentukan panitia pesta adat di Baruga Kelurahan Kamaru belum lama ini.

La Simo mengharapkan dalam acara adat itu, masyarakat yang tergabung dalam kadie Kamaru dapat mempertontonkan kebudayaan Kamaru kepada khalayak.

Harapannya, budaya yang ada di Kamaru lebih dikenal luas lagi, sehingga pada penyelenggaraan iven Festival Budaya Tua Buton, Pemerintah Kabupaten turut melibatkan lembaga adat Kamaru dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

"Kemudian di setiap tahun di iven-iven yang ada di kabupaten sana tanpa kita bicara mereka sudah akan panggil kita dengan tersendiri. Itu yang kita harapkan," ujarnya.

Sementara itu, ketua Sanggar Waguntu, Agusrin menjelaskan dalam acara adat itu, komunitas adat Sanggar Waguntu bakal menampilkan beberapa tarian tradisional. Yakni Mangaru sebagai tari penyambutan dan Pomsei sebagai tari penutup acara.

Untuk menghibur masyarakat adat dan tamu undangan Sanggar Waguntu bakal menyuguhkan tarian Tungka dan Ngibi.

Dalam kesempatannya, Agusrin tak lupa berterima kasih kepada lembaga adat dan pemerintah setempat, sebab dalam kegitan itu pihaknya turut dilibatkan.

Hal ini, kata dia menjadi motivasi bagi anggota Sanggar dalam melestarikan seni dan budaya peninggalan leluhur yang ada di Kecamatan Lasalimu dan Buton pada umumnya. (Cro2)