Berita Terkini
Busel

Produksi Rumput Laut Busel Naik 27 Persen

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 20 September 2019 14:55 WIB · 3 menit baca
Bagikan
Produksi Rumput Laut Busel Naik 27 Persen
Rumput laut

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Potensi perikanan dan keluatan merupakan kekayaan unggulan Busel yang menjanjikan. Betapa tidak, budidaya pengembangan rumput laut Buton Selatan (Busel) di sementer pertama 2018 mencapai 275 ton. Semester pertama 2019 meningkat menjadi 362 ton atau naik 27 persen.

Kadis Kelautan dan Perikanan Busel La Ode Taatlan melalui Kabid Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya Muhammad Dafis Kasri membenarkan hal itu.

Dikatakan, naiknya jumlah produksi rumput laut di Busel tidak terlepas dari perhatian pemerintah baik daerah, provinsi maupun pusat. Utamanya dalam memberikan bantuan kepada para petani guna merangsang semangat bertani rumput laut.

Ia mengaku, memang kondisi iklim dalam beberapa tahun terakhir mendukung tumbuh kembang rumput laut di perairan Busel, serta nilai harga komoditi rumput laut dipasar cukup menjanjikan.

"Program pengembangan usaha perikanan dan budidaya kelauatan pada tahun 2019, berupa pendampingan kelompok, pendidikan dan pelatihan petani budaya ikan, pengembangan sarana dan prasarana budidaya, kemudian pembinaan dan pembentukan kelompok serta monitoring," katanya.

Ia berharap tahun ini target Pemkab, bagaimana produksi meningkat dari tahun 2018. Salah satu upayanya melalui mendukung memfasilitasi memberikan bantuan bibit rumput laut ke petani di Batauga melalui APBD. Bantuan rumput laut itu sudah terealisasi beberapa bulan lalu.

Potensi yang cukup besar ada di wilayah pesisir Batauga dan Sampolawa. Untuk diperairan Batauga mulai dari Bandar Batauga hingga Laompo budidaya rumput laut ini berproduksi hanya sepanjang musim angin timur. Musim barat terhenti karena gelombang tinggi lagi.

"Petani rumput laut di Batauga menggunakan bibit rumput laut yang ada di Lasori Buton Tengah," katanya.

Sedangkan, lokasi lain budidaya rumput laut ada diperairan Sampolawa mulai dari Kelurahan Jaya Bakti hingga Katilombu. Disini tak mengenal musim angin laut. Pasalnya cukup aman meskipun ada gelomang tinggi karena sedikit berada dalam teluk.

DKP Busel menetapkan wilayah Sampolawa menjadi pilot projek pengembangan bibit rumput baru hasil kultur jaringan.

Ia mengungkapkan, tahun 2019 dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui DAK DKP Pemprov Sultra sebanyak lima paket yang telah tersalurkan ke lima kelompok. Dan dua paket bibit dari Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Takalar yang akan turun dalam waktu dekat.

“Kalau di Sampolawa ini menjadi pilot projek kita, dalam waktu dekat ini kita akan salurkan bibit unggul jenis baru melalui kultur jaringan yang dikembangkan di BBAP Takalar,” katanya.

Dijelaskan, bibit kultur jaringan ini merupakan jenis baru. Keunggulan dan cocok digunakan untuk wilayah Indonesia timur.

Di Busel dikembangkan budidaya kultur jaringan baru ini perairan Sampolawa. Diharapkan nanti dikembangkan menjadi bibit secara berkelanjutan untuk para petani budidaya rumput laut di wilayah Busel.(aga)

Bagikan