Dinsos Launching BPNT, Jumlah KPM di Busel Sebanyak 5.023 KK
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON SELTAN - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buton Selatan (Busel) melaunching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada perwakilan penerima manfaat (KPM) di lapangan halaman Rujab Camat Lapandewa, Kamis (26/9) lalu.
Plt Bupati Busel La Ode Arusani diwakili Kadis Sosial Busel H Kostantinus Bikide SH MSi secara simbolis menyerahkan bantuan tersebut kepada penerima manfaat.
BPNT ini sebelumnya bernama bantuan sosial pangan Rastra. Launching ini sebagai tanda Pemkab Busel telah siap melakukan progam BPNT. Untuk di Busel BPNT diberikan kepada 5.023 KPM di 70 desa/kelurahan.
Selain menyerahkan BPNT, Dinsos Busel juga menyerahkan sejumlah bantuan lain kepada perwakilan penerima secara simbolis, diantaranya penyerahan bantuan keserasian sosial dan kearifan lokal. Penyerahan kartu KIS BPJS dan jaminan hidup bagi warga Komunitas Adat Terpencil (KAT).
Perwakilan Bank Indonesia Sultra Dedy Prasetyo mengatakan, sebagaimana arahan Presiden RI tanggal 26 April 2016. Bahwa setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai dan menggunakan sistem perbankan. Untuk memudahkan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan.
Kata dia, pengguna sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk memperluas keuangan inklusif. "Penggunaan beragam kartu dalam penyaluran dana Bansos agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu," kata Dedy Prasetyo.
Sementara itu, Plt Bupati Busel yang diwakili Kadis Sosial Busel H Kostantinus Bukide mengatakan, Pemkab Busel sudah siap melaksanakan program BPNT dengan menggandeng pihak Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Bank BRI Cabang Baubau, dan Perum Bulog Sub Divre Baubau.
Ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sesuai peruntukanya. Sehingga dapat mengurangi beban kebutuhan ekonomi sehari-hari bagi penerima.
Dikatakan, berubahnya pola bantuan dari Bansos Rastra ke BPNT diharapkan para KPM dapat arif dan bijaksana dalam memanfaatkan bantuan tersebut. BPNT ini jika dirupiahkan senilai Rp 110.000 per KPM per bulannya.
"Silahkan ibu-ibu yang mengatur kebutuhnaya. Yang jelas bantuan tersebut hanya dapat dicairkan untuk pembelian beras dan atau telur. Selain itu tidak dibenarkan," katanya.
Selain launching BPNT Dinsos Busel juga menyalurkan bantuan keserasian sosial dan kearifan lokal sebesar Rp 550 juta untu lima lokasi.
Menyerahkan bantuan bagi 33 kepala keluarga warga Komunitas Adat Terpencil di Desa Lapandewa Jaya berupa Sembako dengan indeks per KK perbulan sebesar Rp 400 ribu include PPn/PPh selama enam bulan.
Juga penyerahan KIS sebanyak 3.326 jiwa untuk 70 desa/kelurahan yang diserhkan keapda tujuh TKSK dan selanjutnya akan didistribusikan langsung kepada masing-masing peneriam bantuan KIS BPJS.
Ditambahkan, informasi yang dihimpun Bidang Pemberdayaan dan Penanganan Kemiskinan tahun 2020, Dinsos Busel rencananya bakal mendapat bantuan dari Kemensos RI. Yakni pemberdayaan sosial kelompok usaha bersama sebanyak 60 Kube, rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan sarana lingkungan (Sarling).
Saat ini prosesnya sementara di input dalam aplikasi Simontok. "Rencananya awal Oktober 2019 ini Kemsos RI akan melakukan seleksi terhadap pendamping Kube," tutur Nur Hardianti didampingi P Haryadi melalui keterangan tertulisnya kepada media ini, kemarin.
Hadir dalam launching dan penyerahan sejumlah bantuan ini diantaranya perwakilan Dinsos Provinsi Sultra, perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Kepala Cabang BRI Baubau, Kepala BPJS, Kepala Perum Bulog Subdivre Baubau, Camat Lapandewa, sejumlah Kades tokoh masyarakat, tokoh adat dan sejumlah perwakilan penerima manfaat.(aga)