Tiga Desa di Busel Keciprat Keserasian Sosial, Bantuan Kearifan Lokal Dua Desa

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Pemkab Busel) melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan forum keserasian sosial Rp 550 juta untuk tiga desa. Selain itu juga disalurka bantuan program kearifan lokal untuk dua desa di Kecamatan Siompu senilai Rp 50 juta masing-masing desa.
Bantuan Keserasian Sosial sebesar Rp 550 juta untuk Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Desa Hendea Kecamatan Sampolawa, dan Desa Kaofe Kecamatan Kadatua. Masing-masing desa mendapatkan Rp 150 juta.
Sedangkan bantuan kearifan lokal bagi Desa Lontoi dan Kaimbulawa Kecamatan Siompu masing-masing Rp 50 juta.
Secara simbolis penyerahan bantuan itu diserahkan secara serentak dalam launcing Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di lapangan halaman Rujab Camat Lapandewa, Kamis ( 26/9) lalu.
Kadis Sosial Busel, Kostantinus Bukide berharap program ini tepat sasaran sesuai peruntukan. "Kita berharap program forum keserasian sosial dan kearifan lokal ini tepat sasaran," harapnya.
Program ini merupakan program dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang disalurkan melalui Dinsos Busel selain melakukan pencegahan konflik sosial dengan menumbuhkan kearifan lokal di masyarakat, juga melakukan keserasian sosial.
Kemensos lakukan pencegahan konflik sosial di masyarakat melalui pendekatan kearifan lokal dan program keserasian sosial. Seni budaya menjadi perekat, ini upaya bersama masyarakat membangkitkan kearifan lokal untuk membangun komitmen membentuk toleransi di masyarakat.
Cara yang digunakan untuk pencegahan konflik, yakni melalui pendekatan kearifan lokal dan program keserasian sosial. Ini merupakan strategi dari pemerintah dalam menyikapi persoalan yang ada dalam memicuk konflik sosial di era globalisasi ini.
Ketidak adilan dapat menimbulkan kecemburuan sosial yang dapat menyebabkan terjadinya konflik sosial. Upaya yang perlu dilakukan sebelum terjadinya konflik adalah dengan memelihara kondisi damai baik di masyarakat maupun di keluarga.
Dengan semangat kearifan lokal semakin meningkatkan antara warga berdialog musyawarah dan gotong royong dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Perbedaan itu harus dan justru kita jadikan modal untuk bersama. (aga)